Waspada, Virus Peste Des Petits Ruminants Ancam Kambing-Domba di Indonesia

- Cegah virus PPR, Barantin larang masyarakat membawa daging dan hewan kambing ke Indonesia
- Gejala kambing atau domba terjangkit virus PPR di antaranya demam tinggi, luka pada rongga mulut, diare, hingga gangguan pernafasan dan mengakibatkan kematian
- Di Indonesia belum tersedia vaksin PPR, karena itu masyarakat diimbau agar lebih waspada
Bekasi, IDN Times - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyebut terdapat virus Peste des Petits Ruminants (PPR) yang menyerang kambing dan domba.
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, mengatakan meskipun virus belum masuk Indonesia, PPR sudah mulai menyebar ke wilayah Asia, termasuk Vietnam dan Thailand.
"Berdasarkan peta sebaran, penyakit ini awalnya berasal dari Afrika dan kini telah bergerak ke kawasan Asia. Saat ini, PPR telah terdeteksi masuk ke beberapa negara seperti Vietnam dan Thailand," kata Sahat di Bekasi, Kamis, 15 Januari 2026.
1. Larang masyarakat membawa daging dan hewan kambing ke Indonesia

Sahat menjelaskan penyebaran virus PPR tidak dapat berdampak kepada manusia. Virus ini juga hanya menyebar ke hewan kambing atau domba melalui udara, air liur, atau pun bersentuhan secara langsung.
Untuk itu, Sahat meminta kepada masyarakat Indonesia agar tidak membawa daging kambing dan domba mentah, atau pun membawa hewan kambing dari luar negeri menuju Indonesia.
"Kami mengimbau masyarakat yang bepergian dari kawasan semenanjung, agar tidak membawa ternak kambing atau domba, baik hidup maupun dalam bentuk daging, ke wilayah Indonesia," kata Sahat.
2. Ciri-ciri kambing dan domba terjangkit virus PPR
.jpg)
Sahat menyebutkan kambing atau domba jika sudah terjangkit virus PPR memiliki gejala demam tinggi, luka pada rongga mulut, diare, hingga gangguan pernafasan dan mengakibatkan kematian.
"Kami telah mengarahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah, guna mencegah masuknya penyakit ini," kata dia.
"Kami juga meminta perhatian kepada para pelaku transportasi, khususnya kapal-kapal yang biasa masuk melalui Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, agar tidak membawa masuk ternak maupun produk turunannya secara ilegal," sambung Sahat.
3. Di Indonesia belum tersedia vaksin PPR

Sahat mengatakan vaksin virus PPR belum tersedia di Indonesia, dan baru ada di luar negeri. Untuk itu, ia berharap virus PPR dapat dicegah masuk Indonesia.
"Vaksin memang sudah tersedia di luar negeri, namun kami berharap penyakit ini tidak masuk sehingga kita tidak perlu melakukan impor vaksin," harap dia.

















