Kanker Prostat Mantan Presiden AS Joe Biden Menyebar hingga ke Tulang

- Hunter Biden menyatakan kanker prostat Joe Biden telah bermetastasis lebih jauh di tulang, menimbulkan rasa sakit hebat dan sangat membatasi aktivitas mantan presiden AS berusia 83 tahun itu.
- Biden mengumumkan diagnosis pada Mei 2025 dengan skor Gleason 9, setelah kanker tidak terdeteksi selama masa jabatan karena tes PSA tidak direkomendasikan bagi pria di atas 70 tahun.
- Hunter menduga kanker agresif yang belum terdiagnosis memengaruhi kondisi fisik Biden saat debat Juni 2024; meski sakit, Biden dilaporkan tetap aktif menyuarakan isu kemasyarakatan.
Jakarta, IDN Times - Kondisi kesehatan mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dilaporkan kian memprihatinkan akibat perkembangan kanker prostat yang dideritanya. Putranya, Hunter Biden, mengungkapkan kabar perkembangan medis sang ayah dalam sebuah wawancara emosional dengan program Newsnight di BBC yang disiarkan pada Jumat (7/8/2026) malam waktu setempat.
Dalam wawancara mendalam yang juga membahas kontroversi pengampunan hukum (pardon) yang diterimanya dari sang ayah tersebut, Hunter menyebutkan bahwa sel kanker Joe Biden kini telah menyebar lebih jauh ke dalam tulang. Kondisi ini membuat pria yang kini berusia 83 tahun tersebut harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa dalam menjalani aktivitasnya.
1. Sel kanker yang kian agresif menjalar melampaui tulang

Hunter menceritakan kondisi kesehatan ayahnya dengan penuh emosi dan menggambarkan situasi tersebut sangat menyedihkan untuk disaksikan oleh pihak keluarga. Ia menjelaskan bahwa sel kanker prostat sang ayah kini telah bermetastasis lebih jauh lagi di dalam tulang dan area sekitarnya.
"Kankernya telah menyebar, bermetastasis ke dalam tulang dan lebih jauh lagi," ungkap Hunter. "Ini sangat menyakitkan dan dalam banyak aspek sangat melumpuhkan aktivitasnya."
Sebelumnya, Joe Biden pertama kali mengungkap diagnosis penyakit ini ke publik pada Mei 2025, tak lama setelah menyelesaikan masa jabatannya. Hasil pemeriksaan medis kala itu menunjukkan skor Gleason miliknya berada di angka sembilan (masuk dalam kategori Grade Group 5), yang mengindikasikan bahwa kanker prostat yang dideritanya tergolong sangat agresif. Sejak diagnosis tersebut keluar, Biden juga sempat menjalani operasi kanker kulit pada September 2025 serta terapi radiasi untuk meminimalkan penyebaran sel kanker prostatnya pada Oktober 2025.
2. Keterlambatan deteksi sejak masa jabatan di Gedung Putih

Penyakit kanker ini baru terdeteksi beberapa bulan setelah Joe Biden meninggalkan jabatannya sebagai presiden. Mantan ibu negara, Jill Biden, sempat mengungkapkan rasa terkejutnya saat pertama kali mendengar kabar buruk ini dan menyayangkan adanya pemeriksaan penting yang terlewatkan selama sang suami bertugas di Gedung Putih.
Jill menyebutkan bahwa tim dokter kepresidenan kala itu mengikuti rekomendasi medis standar yang tidak menyarankan tes darah PSA bagi pria di atas usia 70 tahun. Rekomendasi tersebut didasarkan pada asumsi umum bahwa kanker prostat pada lansia biasanya tumbuh sangat lambat. Sayangnya, asumsi ini membuat deteksi dini terhadap kanker agresif yang diidap Joe Biden terabaikan selama masa dinasnya.
3. Kaitan penyakit dengan performa debat di masa lalu

Penurunan kondisi fisik Joe Biden sempat menjadi sorotan tajam publik saat ia tampil kaku dalam debat presiden melawan Donald Trump pada 27 Juni 2024. Hunter Biden berspekulasi bahwa penyakit kanker agresif yang saat itu belum terdiagnosis kemungkinan besar turut memengaruhi kondisi fisik sang ayah di atas panggung. Kurang maksimalnya performa debat tersebut memicu tekanan besar dari internal Partai Demokrat yang akhirnya memaksa Biden mundur dari pencalonan presiden pada Juli 2024.
Dilansir Al Jazeera, Hunter mengaku terkejut saat menyaksikan penampilan ayahnya kala itu melalui layar televisi dari kediamannya di California. "Sama seperti orang lain, saya sangat terkejut. Saya bisa langsung tahu ada sesuatu yang salah begitu melihat ayah saya melangkah keluar," ujar Hunter.
Meski didera rasa sakit yang melemahkan fisik, Hunter memastikan bahwa sang ayah tidak menyerah. Joe Biden dikabarkan tetap aktif menyuarakan berbagai pandangannya mengenai isu-isu penting kemasyarakatan di Amerika Serikat. Ketegaran mantan presiden tersebut di hari tuanya menjadi bukti dari dedikasi mendalam yang masih ia miliki untuk negaranya.


















