Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dapat Simpati, Elektabilitas Prabowo Diprediksi Naik Pascadebat

Dapat Simpati, Elektabilitas Prabowo Diprediksi Naik Pascadebat
Suasana debat ketiga KPU di Istora Senayan pada Minggu (7/1/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, IDN Times - Direktur PoliEco Digital Insights Institute (Pedas), Anthony Leong, memprediksi elektabilitas Prabowo Subianto justru meningkat pascadebat ketiga yang digelar pada Minggu (7/1/2024).

Anthony mengatakan, debat tersebut memang mendapatkan atensi yang cukup tinggi melalui eksposure pemberitaan dan juga obrolan media sosial.

  1. 1. Prabowo dapat eksposure tertinggi

    Suasana debat ketiga KPU di Istora Senayan pada Minggu (7/1/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
    Suasana debat ketiga KPU di Istora Senayan pada Minggu (7/1/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

    Dia menjelaskan, berdasarkan data dari Menara Digital Dashboard monitoring periode 7-8 Januari 2024, secara akumulatif Prabowo mendapat eksposure tertinggi sebesar 95.085 data.

    Data tersebut menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan capres lainnya. Ganjar Pranowo di posisi kedua dengan 72.680 data dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 58.088 data.

    "Dua kaca mata jika dilihat expose Pak Prabowo, pertama di Instagram pribadi Pak Prabowo yang naik signifikan dari 7,1 juta followers, pascadebat jadi 8,1 juta followers," kata dia dalam keterangannya, Rabu (10/1/2024).

  2. 2. Publik banyak yang empati ke Prabowo

    Suasana debat ketiga KPU di Istora Senayan pada Minggu (7/1/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
    Suasana debat ketiga KPU di Istora Senayan pada Minggu (7/1/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

    Anthony menyampaikan, publik banyak yang berempati dengan Prabowo karena berbagai serangan personal dari Anies maupun Ganjar.

    "Banyak narasi natural yang muncul seperti menangis dan sedih lihat Pak Prabowo diserang Ganjar dan Anies. Dan kenaikan di media sosial ini tentu memberikan dampak positif gen z milenial dan undecided voters" ucap dia.

    "Dari sisi komunikasi dan empati publik, pak Prabowo yang menang, apalagi saat soal etika yang ditanyakan Anies. Itu mendapat respons buruk ke Anies, karena Anies yang dulu didukung oleh Pak Prabowo, hingga patungan seluruh Kader Gerindra untuk dana kampanye Pilgub 2017," lanjut Anthony.

  3. 3. Publik juga empati karena sikap Prabowo tak buka data terkait pertahanan

    Ilustrasi debat calon presiden dan wakil presiden jelang pemilihan presiden (pilpres) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Ilustrasi debat calon presiden dan wakil presiden jelang pemilihan presiden (pilpres) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Selain itu, Anthony menjelaskan Prabowo berhasil mendapatkan empati publik, karena tidak membuka data-data perihal pertahanan dan keamanan negara di hadapan publik. Mengingat data itu bersifat rahasia dan bisa membahayakan kedaulatan negara.

    "Data pertahanan negara tidak boleh asal kita angkat ke publik karena itu rawan. Sehingga pak Prabowo mendapatkan empati itu sangat besar dan meningkatkan elektabilitas dan berpeluang besar untuk menang satu putaran, jika tren survei terus naik," imbuh dia.

Related Articles

See More