Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Diplomat RI Upayakan Kota Malang Dikenal Dunia

8 Diplomat RI Upayakan Kota Malang Dikenal Dunia
8 diplomat RI upayakan promosi Malang ke kancah internasional. (dok. Kemlu RI)

Jakarta, IDN Times - Delapan diplomat Indonesia yang tergabung dalam The SEMERU Project, berinisiatif untuk mendorong Kota Malang bisa dikenal di kancah internasional.

The SEMERU Project memilih Malang karena Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur, jaraknya juga tidak jauh dari Surabaya, ibu kota Jawa Timur.

1. Membidik UMKM dan pendidikan Malang

8 diplomat RI upayakan promosi Malang ke kancah internasional. (dok. Kemlu RI)
8 diplomat RI upayakan promosi Malang ke kancah internasional. (dok. Kemlu RI)

The SEMERU Project ini membidik dua potensi Malang untuk dipromosikan ke dunia internasional, yakni bidang UMKM dan pendidikan.

Di bidang UMKM, mitra dari 8 diplomat RI ini adalah Kopi Sridonoretno, penghasil Kopi Dampit Robusta, yang berasal dari tiga desa yang menjadi akronom nama “Sridonoretno” yaitu Desa Srimulyo, Desa Sukodono, dan Desa Baturetno.

Kopi Dampit Robusta adalah khas area Dampit, Malang yang memiliki kekhasan aroma karamel dan coklat karena ditanam di tanah vulkanik pada ketinggian 900 meter. Peningkatan komoditas ini diharapkan akan menjadi single origin seperti kopi unggulan Indonesia lainnya, Gayo dan Toraja, dan nama “Sridonoretno” dapat menjadi Indikasi Geografis.

2. Menggaet Universitas Negeri Malang

8 diplomat RI upayakan promosi Malang ke kancah internasional. (dok. Kemlu RI)
8 diplomat RI upayakan promosi Malang ke kancah internasional. (dok. Kemlu RI)

Untuk bidang pendidikan, diikutsertakan pula Universitas Negeri Malang, yang memang kini tengah melebarkan sayap kerja sama dengan sejumlah universitas di luar negeri, misalnya dengan University of Cambodia.

“Bagi UM, ini adalah momen historis, karena kerja sama dengan Kamboja sebelumnya masih sporadis. Bersama dengan Kemlu, kolaborasi akan lebih berdampak,” kata Wakil Rektor bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, UM Prof. Dr. Ibrahim Bafadal.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dan perwakilan KBRI Phnom Penh, di Jakarta juga turut hadir secara daring dalam kegiatan ini.

"Inisiatif ini turut memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan,” ujar Santo.

3. Membahas hubungan antarmasyarakat ASEAN di kuliah umum

8 diplomat RI upayakan promosi Malang ke kancah internasional. (dok. Kemlu RI)
8 diplomat RI upayakan promosi Malang ke kancah internasional. (dok. Kemlu RI)

Kuliah umum ini pun membahas dua tema utama yaitu Strengthening the People-Centered ASEAN toward Post ASEAN Vision 2025 dengan pembicara Dubes Artauli Tobing, ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR), dan Opportunities for Collaboration on the Halal Food Industry between Indonesia and Cambodia.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi permulaan. Tim SEMERU akan terus berkoordinasi dengan UM untuk program-progam lainnya hingga menghasilkan sesuatu yang konkret,” ucap Direktur Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri RI (SESPARLU), Yudho Sasongko.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

3 Prajurit TNI Didakwa Pembunuhan Berencana Terhadap Kepala Cabang BRI

07 Apr 2026, 08:11 WIBNews