Dalam pernyataannya, CENTCOM menjelaskan bahwa pemimpin senior ISIS yang berhasil mereka bunuh bernama Ali Husayn Al-Ulaywi. Ia dibunuh ketika CENTCOM menyerang persembunyiannya di Suriah barat laut pada Jumat (19/6/2026) pekan lalu.
AS Bunuh Pemimpin Senior ISIS dalam Serangan di Suriah

- Pasukan AS menewaskan pemimpin senior ISIS, Ali Husayn Al-Ulaywi, dalam serangan udara di Suriah barat laut pada 19 Juni 2026.
- CENTCOM menegaskan komitmen AS dan sekutunya untuk membasmi sisa-sisa ISIS demi menjaga keamanan kawasan Timur Tengah.
- ISIS terus melancarkan serangan di Suriah, terutama di Aleppo, sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Ahmed Al-Sharaa yang bekerja sama dengan AS.
Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Amerika Serikat berhasil membunuh pemimpin senior Islamic State (ISIS) dalam serangan udara di Suriah barat laut. Kabar itu disampaikan langsung oleh Komando Tengah AS (CENTCOM) pada Rabu (24/6/2026).
1. AS ingin membasmi seluruh anggota ISIS

Serangan yang ditujukan ke Al-Ulaywi tadi merupakan upaya AS untuk membasmi seluruh anggota ISIS dari muka bumi, termasuk di Suriah. Sebab, organisasi teroris itu kerap melakukan serangan kepada warga sipil dan kepada pasukan AS yang ditugaskan di Kawasan Timur Tengah.
"CENTCOM dan para mitra kami tetap berkomitmen untuk membasmi sisa-sisa ISIS yang masih ada guna memastikan kekalahan mereka secara tuntas. Kami akan terus membela tanah air AS, anggota militer kami, serta sekutu dan mitra di seluruh kawasan," kata Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, seperti dilansir Jerusalem Post.
2. ISIS sudah melakukan sejumlah serangan di Suriah sejak Februari

Sejak Februari lalu, ISIS sudah melakukan sejumlah serangan ke Suriah. Serangan tersebut sering dilakukan di Provinsi Aleppo. Serangan biasanya ditargetkan ke warga sipil dan ke pasukan militer Suriah.
Serangan terbaru ISIS di Suriah terjadi pada Sabtu (20/6/2026) pekan lalu. Kala itu, ISIS menyerang pasukan Suriah di Kota Manjib, salah satu kota yang ada di Provinsi Aleppo. Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan, serangan itu menewaskan dua anggota tentara Suriah yang sedang bertugas di Manjib.
3. ISIS ingin melawan rezim pemerintahan Suriah

Dilansir The Hill, serangan ini merupakan upaya ISIS untuk melawan rezim pemerintahan Suriah di bawah tampuk kepemimpinan Ahmed Al-Sharaa. Sebab, sejak mulai menjabat pada Januari 2025, presiden baru Suriah itu menjalin kerja sama dengan Negeri Paman Sam untuk melawan ISIS yang ada di wilayahnya.
ISIS sendiri sudah berada di Suriah sejak lama. Namun, pada 2019, ISIS sudah kehilangan banyak wilayah kekuasaan di Suriah karena diserang pasukan AS. Inilah yang membuat ISIS memendam dendam kesumat terhadap AS dan Suriah sehingga mereka kerap melakukan serangan dan pemberontakan.


















