Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS, Jepang, dan Filipina Gelar Latihan Militer, China: Seperti Bermain

AS, Jepang, dan Filipina Gelar Latihan Militer, China: Seperti Bermain
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
Intinya Sih
  • AS, Jepang, dan Filipina menggelar latihan militer Balikatan terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 17 ribu personel, termasuk uji coba rudal di wilayah dekat Taiwan dan Laut China Selatan.
  • Latihan berlangsung di tengah ketegangan Timur Tengah antara AS, Iran, dan Israel yang baru mencapai gencatan senjata sementara setelah serangkaian serangan dan penyitaan kapal.
  • Pemerintah China mengecam latihan tersebut sebagai pemicu instabilitas kawasan, sementara Jepang dan Filipina menegaskan tujuan latihan untuk memperkuat keamanan regional menghadapi potensi ancaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesAmerika Serikat (AS), Jepang, dan Filipina memulai latihan militer tahunan Balikatan atau Shoulder to Shoulder pada Senin (20/4/2026) dengan skala terbesar sepanjang pelaksanaannya. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 17 ribu personel, termasuk sekitar 10 ribu tentara AS, 1.400 pasukan Jepang yang untuk pertama kalinya ikut penuh, serta unit kecil dari Australia, Selandia Baru, Prancis, dan Kanada.

Selama 19 hari, latihan mencakup uji tembak langsung di wilayah utara Filipina yang menghadap Selat Taiwan serta di provinsi dekat Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Salah satu simulasi utama adalah penggunaan rudal jelajah Type 88 Jepang untuk menenggelamkan kapal penyapu ranjau era Perang Dunia II di perairan utara Luzon, sementara sistem rudal Typhon milik AS yang ditempatkan sejak 2024 juga ikut diuji.

1. Komandan AS tegaskan komitmen Indo-Pasifik dalam pembukaan

Kapal USS Frank E. Peterson
Kapal USS Frank E. Peterson (Commander Naval Sea Systems Command/Huntington Ingalls Industries, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pada upacara pembukaan, Komandan Marine Expeditionary Force Letnan Jenderal AS Christian Wortman menyampaikan keterlibatan besar pasukan AS dalam latihan tersebut. Ia menyebut sekitar 10 ribu personel AS ambil bagian dalam kegiatan ini.

“Terlepas dari tantangan di tempat lain di dunia, fokus AD pada Indo-Pasifik dan komitmen kami yang kuat terhadap Filipina tetap teguh,” ujarnya, dikutip CNA.

Kepala militer Filipina Jenderal Romeo Brawner menyampaikan bahwa Kepala Komando Indo-Pasifik AS Laksamana Samuel Paparo telah memastikan Balikatan tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

2. Ketegangan Timur Tengah bayangi latihan Balikatan

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran
ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

Latihan Balikatan berlangsung saat situasi di Timur Tengah masih memanas, dengan AS, Iran, dan Israel berada di fase akhir gencatan senjata dua minggu setelah konflik sebelumnya. Kesepakatan tersebut sempat menghentikan pertempuran usai serangan mendadak AS dan Israel terhadap Iran.

Di sisi lain, penyitaan kapal Iran oleh AS memicu tuduhan dari Teheran bahwa Washington melanggar kesepakatan dan mengajukan tuntutan yang dinilai berlebihan.

3. China kritik latihan militer dan peringatkan dampaknya

Bendera nasional China berwarna merah dengan lima bintang kuning berkibar di tiang bendera di bawah langit biru cerah.
Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

China merespons latihan tersebut dengan kritik terbuka melalui pernyataan resmi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menilai kawasan Asia-Pasifik membutuhkan stabilitas, bukan kehadiran kekuatan luar yang memicu ketegangan.

“Kami ingin mengingatkan negara-negara terkait bahwa mengikat diri mereka secara membabi buta bersama-sama atas nama keamanan hanya akan mirip dengan bermain dengan api – yang pada akhirnya akan membalikkan pada mereka sendiri,” kata Guo, dikutip WION.

Kolonel Takeshi Higuchi dari Staf Gabungan Jepang menyatakan latihan ini bertujuan menciptakan kondisi keamanan yang menolak perubahan sepihak dengan kekerasan. Presiden Filipina Ferdinand Marcos sebelumnya mengingatkan bahwa kedekatan geografis dengan Taiwan membuat negaranya berisiko terseret konflik jika ketegangan meningkat.

Di luar lokasi pembukaan di pangkalan Manila, sekitar 50 demonstran menggelar aksi protes dengan menuding Presiden AS Donald Trump sebagai “teroris imperialis” serta menuntut penarikan pasukan AS. Dalam dua tahun terakhir, Filipina juga menandatangani sejumlah perjanjian dengan Selandia Baru, Kanada, dan Prancis untuk memperkuat kerja sama militer bersama negara-negara Barat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More