Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inggris Ogah Terlibat Perang Iran, Desak Gencatan Senjata

Inggris Ogah Terlibat Perang Iran, Desak Gencatan Senjata
potret Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (flickr.com/Simon Dawson via commons.wikimedia.org/Simon Dawson)
Intinya Sih
  • Pemerintah Inggris menegaskan tidak akan ikut perang Iran-AS-Israel dan memilih jalur diplomasi untuk mendorong gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Meskipun sempat menolak, Inggris akhirnya mengizinkan AS memakai pangkalan militernya untuk menyerang Iran demi alasan keamanan dan pencegahan serangan rudal.
  • Inggris tetap berperan di balik layar, mendukung penyelesaian damai, serta memimpin upaya internasional membuka kembali Selat Hormuz agar pasokan minyak global kembali lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris menegaskan tidak akan terlibat dalam perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Sebab, Inggris menginginkan Iran dan AS untuk bernegosiasi agar perang bisa segera berakhir. 

“Ini bukan perang kita. Kita tidak akan terseret ke dalam konflik ini. Inggris akan menjelajahi setiap jalur diplomatik yang ada untuk mendorong de-eskalasi dan pembukaan kembali Selat Hormuz,” tegas Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Rabu (1/4/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.

1. Inggris telah membantu AS menyerang Iran

Ledakan terjadi di tengah kota.
ilustrasi ledakan di kota (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Sebetulnya, Inggris sudah membantu AS untuk menyerang Iran. Sebab, pada Maret 2026 lalu, Inggris telah mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. 

Sebetulnya, Inggris sempat menolak permintaan AS agar bisa menggunakan pangkalan militernya. Sebab, Inggris tidak ingin terlibat perang melawan Iran. Namun, Inggris akhirnya melunak dan mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk keperluan tersebut. 

“Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat,” ujar Starmer dilansir The Guardian.

2. Inggris hanya akan membantu AS di balik layar

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Brett Sayles)

Meski telah mengizinkan AS untuk memakai pangkalan militernya, Inggris menegaskan tidak akan terlibat langsung dalam serangan ke Iran. Sebab, Starmer ingin Inggris hanya membantu di balik layar.

Di sisi lain, Inggris tetap mendukung AS dan Iran untuk menyelesaikan perang dengan cara damai. Sebab, Inggris menilai cara tersebut akan lebih efektif untuk menyelesaikan konflik daripada menggunakan kekuatan militer. 

"Saya akan selalu membuat keputusan demi kepentingan nasional. Itulah mengapa kita tidak terseret ke dalam konflik Timur Tengah dan mengapa kita berjuang untuk melindungi standar hidup Anda," kata Starmer dalam unggahan di X pada Senin (30/3/2026).

3. Inggris tetap ingin membuka Selat Hormuz

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Meski ogah terlibat perang, Inggris tetap ingin membuka kembali Selat Hormuz yang kini dikuasai Iran. Bahkan, beberapa waktu lalu, Inggris dan lebih dari 30 negara lainnya telah bersedia melakukan operasi militer gabungan untuk mengamankan Selat Hormuz dari ancaman Iran. 

Langkah ini dilakukan agar kapal-kapal minyak bisa kembali berlayar di Selat Hormuz. Jika kapal minyak bisa berlayar dengan bebas di selat tersebut, maka pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global akan lancar. Jika pasokan lancar, maka harga minyak global akan menurun sehingga krisis energi seperti yang kini sedang terjadi bisa segera teratasi. 

"Untuk membangun koalisi ini dan mengembangkan momentum sehingga segera setelah kondisinya tepat, kita dapat membuka jalur aman melalui Selat Hormuz dan memberikan jaminan kepada kapal dagang," bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Inggris. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More