Penembakan di Piramida Meksiko, 1 Turis Tewas dan 6 Lainnya Terluka

- Seorang turis asal Kanada tewas dan enam orang lainnya terluka akibat penembakan di kompleks piramida Teotihuacán, sementara pelaku dilaporkan bunuh diri setelah melakukan aksinya.
- Pemerintah Meksiko, termasuk Presiden Claudia Sheinbaum, memerintahkan penyelidikan menyeluruh serta memberikan dukungan kepada korban dan keluarga yang terdampak insiden tersebut.
- Peristiwa ini menambah kekhawatiran soal keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026, terutama karena meningkatnya kekerasan di berbagai wilayah negara itu.
Jakarta, IDN Times - Seorang turis perempuan asal Kanada tewas dan enam orang lainnya terluka akibat penembakan di kompleks piramida Teotihuacán, salah satu destinasi wisata paling populer di Meksiko. Pelaku kemudian bunuh diri usai melancarkan serangan tersebut.
Insiden itu terjadi pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 11:30 waktu setempat. Saksi mata, Laura Torres, mengatakan bahwa ia mendengar lebih dari 20 tembakan dari arah Piramida Bulan, yang merupakan bangunan terbesar kedua di kompleks kuno tersebut.
“Awalnya tembakan terdengar sporadis, lalu bertubi-tubi, kemudian sporadis lagi,” ungkap Torres kepada surat kabar lokal. Ia meyakini bahwa pelaku menggunakan pistol.
Insiden itu segera direspons oleh polisi yang bertugas menjaga keamanan di situs arkeologi tersebut, disusul unit Garda Nasional yang tiba tak lama kemudian.
1. Turis dari Kolombia, Rusia dan Kanada juga mengalami luka-luka

Dilansir BBC, pihak berwenang mengatakan telah menyita sebuah senjata api, senjata tajam, dan amunisi aktif di lokasi kejadian. Identitas pelaku sejauh ini masih belum dirilis, dan motif di balik penembakan tersebut juga belum diketahui.
Media lokal melaporkan bahwa korban tewas merupakan seorang perempuan berusia 32 tahun asal Kanada. Otoritas setempat mengatakan bahwa enam orang yang terluka, empat akibat tembakan dan dua karena terjatuh, telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Mereka termasuk turis asal Kolombia, Rusia dan Kanada.
Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Kanada di Meksiko dan kedutaan negara asal para korban lainnya guna memberikan tindak lanjut yang cepat atas peristiwa tersebut.
2. Presiden Meksiko instruksikan penyelidikan terkait insiden tersebut

Dilansir CNN, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan dirinya telah menginstruksikan kabinet keamanannya untuk menyelidiki insiden tersebut dan memberikan seluruh dukungan yang diperlukan.
“Apa yang terjadi hari ini di Teotihuacán sangat menyedihkan bagi kami. Saya menyampaikan solidaritas yang tulus kepada para korban dan keluarga mereka,” tulisnya di media sosial.
Gubernur negara bagian Meksiko, Delfina Gómez, juga menyampaikan dukungannya, dengan mengirimkan solidaritas kepada keluarga orang-orang yang terdampak oleh peristiwa tersebut.
3. Penembakan ini menambah kekhawatiran akan keamanan di Meksiko jelang Piala Dunia 2026

Kompleks arkeologi Teotihuacán merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Meksiko, yang menarik hampir 2 juta pengunjung setiap tahunnya. Beberapa tahun sebelumnya, petugas di situs tersebut melakukan pemeriksaan keamanan terhadap para pengunjung sebelum memasuki area, tapi praktik itu kini telah dihentikan.
Dilansir Al Jazeera, insiden penembakan ini terjadi menjelang dimulainya Piala Dunia, yang akan diselenggarakan bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Kekhawatiran terhadap situasi keamanan di Meksiko kembali mencuat pada Februari 2026, setelah gelombang kekerasan meletus di berbagai wilayah negara tersebut, menyusul tewasnya pemimpin Jalisco New Generation Cartel, Nemesio Oseguera Cervantes atau yang juga dikenal sebagai “El Mencho”.
Pemerintah Meksiko berencana mengerahkan hampir 100 ribu personel keamanan untuk melindungi para penggemar selama turnamen tersebut.


















