Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Israel Diam-diam Jalin Kerja Sama dengan Somaliland Bertahun-tahun

 Israel Diam-diam Jalin Kerja Sama dengan Somaliland Bertahun-tahun
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (Adi Cohen Zedek (עדי כהן צדק), CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Israel secara resmi mengakui kemerdekaan Somaliland pada Desember 2025, menjadikannya negara pertama yang melakukannya meski mendapat penolakan keras dari Somalia dan kritik luas internasional.
  • Presiden Somaliland membuka kedutaan di Yerusalem saat kunjungan kenegaraan ke Israel, langkah yang memicu kecaman dari Otoritas Palestina karena dianggap melanggar hukum internasional.
  • Uni Emirat Arab disebut berperan penting dalam pengakuan Israel terhadap Somaliland, dengan dugaan adanya kehadiran militer Israel di pelabuhan Berbera untuk memperkuat kerja sama keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan negaranya telah bekerja sama secara diam-diam dengan Somaliland selama bertahun-tahun. Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, di Israel pada Rabu (17/6/2026).

“Israel dan Somaliland memiliki persahabatan yang telah berlangsung lama berdasarkan kepentingan bersama, nilai-nilai demokrasi, dan komitmen terhadap keamanan serta stabilitas. Selama bertahun-tahun, kami telah bekerja sama di bawah radar dalam sejumlah kegiatan yang akan tetap dirahasiakan,” kata Katz dalam sebuah pernyataan, dikutip The New Arab.

Ia menambahkan bahwa kedua negara kini bertekad untuk membawa kerja sama keamanan ke tingkat yang lebih tinggi demi kepentingan kedua bangsa dan stabilitas kawasan.

1. Israel akui kemerdekaan Somaliland pada akhir 2025

peta Somaliland
peta Somaliland (Jacob300, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Somaliland memisahkan diri dari Somalia pada 1991 menyusul perang saudara di negara tersebut. Namun, meski telah memiliki mata uang, paspor, dan angkatan bersenjata sendiri, Somaliland masih kesulitan mendapatkan pengakuan internasional.

Pada Desember 2025, Israel menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Somaliland. Somalia, yang tetap menganggap Somaliland sebagai bagian dari negaranya, menolak keras langkah Israel tersebut dan menyebutnya sebagai serangan terhadap kedaulatannya. Puluhan negara dan organisasi termasuk China, Turki, Arab Saudi dan Uni Afrika juga mengkritik deklarasi tersebut.

2. Somaliland buka kedutaan di Yerusalem

bendera Israel
bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)

Abdullahi tiba di Israel pada Minggu (31/5/2026) untuk kunjungan kenegaraan pertamanya, di mana Somaliland membuka kedutaan di Yerusalem. Kunjungan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Israel menunjuk duta besar pertamanya untuk Somaliland, sebuah langkah timbal balik setelah Somaliland menunjuk utusannya untuk Israel.

Dilansir BBC, Kementerian luar negeri Otoritas Palestina mengecam pembukaan kedutaan Somaliland di Yerusalem, dengan menyebutnya sebagai sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah pada 1967. Negara itu kemudian menganeksasi wilayah tersebut pada 1980, sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional. Palestina sendiri menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara masa depan mereka.

3. UEA disebut berperan dalam pengakuan Israel atas Somaliland

bendera Uni Emirat Arab
bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Saj Shafique)

Menurut para ahli, Uni Emirat Arab (UEA) merupakan aktor penting di balik pengakuan Israel atas Somaliland dan tidak menutup kemungkinan bahwa pasukan Israel sudah berada di pangkalan militer Berbera. Jika hal ini benar, pelabuhan itu berisiko menjadi target serangan dari kelompok Houthi di Yaman maupun rudal Iran.

“Secara luas diasumsikan bahwa sudah ada kehadiran militer atau keamanan Israel di negara itu,” kata seorang diplomat Barat pada awal 2026.

Pada Mei, pensiunan Brigadir Jenderal Israel, Amir Avivi, mengatakan kepada Forum Pertahanan dan Keamanan Israel bahwa angkatan laut Israel telah beroperasi di wilayah tersebut.

“Israel sedang membangun kemampuan di Somalilani. Kami memiliki pangkalan sekarang,” tambahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More