Kala AHY Kenang Demokrat Jadi Oposisi: Sekarang Nggak Perlu Kan?

- AHY mengenang masa oposisi Partai Demokrat sambil menegaskan kebanggaannya atas capaian partai selama 25 tahun perjalanan politiknya.
- Dalam acara HUT ke-25, AHY menyampaikan rencana silaturahmi 360 dengan pimpinan partai politik di pusat dan daerah untuk memperkuat hubungan antarpartai.
- AHY menekankan pentingnya semangat juang dan tujuan besar bagi seluruh kader Demokrat agar tetap berkontribusi nyata dalam memajukan Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengenang masa-masa partainya menjadi oposisi pemerintah dalam acara peluncuran rangkaian HUT ke-25 partai tersebut.
AHY mengingatkan agar semua kader terus mendukung perjuangan Demokrat sampai titik darah penghabisan. Ia pun mengaku bangga dengan sejumlah capaian Demokrat hingga saat ini.
Pada kesempatan itu, AHY turut menyinggung rencananya yang akan melakukan silaturahmi 360 ke pimpinan partai politik lain. Di momen ini AHY sempat menyinggung dokumentasi dirinya saat masih menjadi oposisi pemerintah.
Dalam dokumentasi tersebut, AHY terlihat foto saat ia maih berkumis degan wajah yang sedikit tirus.
"Ini yang membedakan, kalau ini masih di oposisi. Nggak perlu lagi kita kayak begitu, kan?" tanya AHY ke kader yang diiringi gelak tawa, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
AHY juga menyinggung Mantan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya saat perjuangan itu. AHY menyebut Demokrat ingin membangun silaturahmi dengan sejumlah partai politik.
"Dulu semuanya... Pak Riefky, Pak Iftitah, semuanya. Tapi intinya kita ingin membangun silaturahmi 360 dengan baik, dengan berbagai tokoh termasuk pimpinan partai politik di pusat maupun di daerah. Setuju semuanya?" tanya AHY yang disetujui seluruh kader yang hadir dalam forum itu.
AHY menegaskan, Partai Demokrat tetap harus memiliki semangat juang yang kuat. Menurut dia, setiap kader harus memiliki tujuan besar dalam memperjuangkan cita-cita partai sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
"Demokrat ingin bersahabat dengan semuanya. Politik adalah politik. Kompetisi harus berakhir ketika kita ingin sama-sama memajukan negeri ini. Tapi pada perjuangannya, kita juga harus punya semangat dan tujuan yang besar," kata dia.


















