Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapal Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas dan Puluhan Hilang

Kapal Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas dan Puluhan Hilang
ilustrasi api (unsplash.com/Guido Jansen)
  • Kebakaran melanda feri M/V June Aster dalam perjalanan dari Manila ke Coron pada 9 September 2026; lima orang tewas, 43 selamat, dan lebih dari 80 masih hilang.
  • Kapal membawa 117 penumpang serta 17 awak. Api diduga bermula di ruang kargo, sementara arus kuat dan asap tebal menghambat pemadaman serta operasi penyelamatan.
  • Korban selamat dievakuasi ke Barangay Turda, sedangkan keluarga penumpang hilang menanti kabar. Otoritas menyiagakan armada udara jika cuaca memungkinkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya lima orang tewas setelah kebakaran melanda sebuah kapal feri di Filipina pada Rabu (9/9/2026). Laporan menyebutkan bahwa sedikitnya 43 orang telah berhasil diselamatkan, sementara lebih dari 80 lainnya masih hilang.

Pihak penjaga pantai mengatakan, kapal M/V June Aster sedang dalam perjalanan menuju Coron, destinasi wisata di provinsi Palawan, saat kebakaran terjadi pukul 18:45 waktu setempat. Api dilaporkan masih berkobar hingga Kamis (10/9/2026) pukul 11.00. Arus laut yang kuat dan kepulan asap tebal menyulitkan upaya pemadaman.

Menurut laporan, kapal M/V June Aster bertolak dari ibu kota, Manila, dengan membawa 117 penumpang dan 17 awak kapal.

  1. 1. Kebakaran diduga bermula di ruang kargo

    ilustrasi memadamkan kebakaran
    ilustrasi memadamkan kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)

    Penyebab kebakaran masih diselidiki. Menurut keterangan para korban selamat, kebakaran bermula di ruang kargo, yaitu bagian kapal yang digunakan untuk menyimpan kontainer atau barang. Selain itu, beberapa penumpang tidak mengenakan jaket pelampung.

    Dilansir The Guardian, juru bicara penjaga pantai di Palawan, Aileen Ausente, menyebutkan sedikitnya 43 orang telah berhasil diselamatkan, termasuk dua warga negara Cile. Ia menambahkan bahwa armada udara telah disiagakan untuk membantu operasi penyelamatan, jika kondisi cuaca memungkinkan.

    Para korban selamat telah dibawa ke pusat evakuasi di Barangay Turda, yang terletak tepat di sebelah utara Marcilla. Belum diketahui pasti bagimana kondisi mereka.

  2. 2. Sejumlah warga nantikan kabar mengenai orang-orang terkasih mereka

    ilustrasi tim penyelamat
    ilustrasi tim penyelamat (unsplash.com/Maël BALLAND)

    Dilansir BBC, salah seorang korban selamat menceritakan bahwa dirinya terombang-ambing di laut selama 2 jam sebelum akhirnya diselamatkan.

    "Airnya dingin. Jika penyelamatan terlambat, saya pasti sudah meninggal," ujar Roland Lerma.

    Sementara itu, Rai Garcia hingga kini masih mencari tiga orang teman keluarganya yang masuk dalam daftar orang hilang. Ketiganya diketahui sedang dalam perjalanan pulang ke El Nido, Palawan, menggunakan kapal tersebut setelah menghadiri pemakaman di Luzon.

    “Kami masih belum menerima kabar apa pun. Karena itu, kami terpaksa memberikan komentar di utas berita lokal untuk mendapatkan informasi terbaru. Kami masih berharap dan berdoa agar mereka selamat,” kata Garcia.

  3. 3. Kecelakaan maritim umum terjadi di Filipina

    ilustrasi kapal feri
    ilustrasi kapal feri (unsplash.com/Paula Guerreiro)

    Kapal feri merupakan salah satu moda transportasi yang umum digunakan di Filipina, negara kepulauan yang memiliki lebih dari 7.600 pulau. Jutaan orang mengandalkan kapal tersebut untuk bepergian dari satu provinsi ke provinsi lainnya.

    Filipina sendiri memiliki catatan keselamatan maritim yang buruk. Beberapa kecelakaan feri sebelumnya dikaitkan dengan kelebihan kapasitas penumpang, cuaca buruk dan lemahnya penegakan peraturan keselamatan.

    Pada Januari 2026, sebanyak 18 orang tewas setelah kapal feri yang mengangkut lebih dari 350 penumpang tenggelam di perairan lepas pantai pulau Baluk-baluk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More