Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kapal Migran Tenggelam di Turki, 18 Orang Tewas

Kapal Migran Tenggelam di Turki, 18 Orang Tewas
ilustrasi kapal tenggelam (unsplash.com/Jason Mavrommatis)
Intinya Sih
  • Sebuah kapal migran tenggelam di perairan Bodrum, Provinsi Mugla, Turki, akibat cuaca buruk pada Rabu (1/4/2026), menewaskan sedikitnya 18 orang dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.
  • Penjaga pantai sempat mengejar kapal karet bermesin yang mencoba kabur sebelum akhirnya terbalik karena kelebihan muatan dan hantaman ombak besar di tengah kondisi laut berangin kencang.
  • Tim SAR berhasil menyelamatkan 21 orang dan mengevakuasi jenazah korban, sementara pencarian masih berlanjut untuk menemukan penumpang lain yang kemungkinan masih hilang di sekitar pantai Mugla.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sebuah kapal yang membawa para migran tenggelam di dekat pantai Provinsi Mugla, Turki, pada Rabu (1/4/2026) karena kondisi laut yang sangat buruk. Musibah ini menyebabkan setidaknya 18 orang meninggal dunia.

Pemerintah Turki langsung mengirimkan tim penyelamat melalui jalur udara dan laut ke wilayah Bodrum, sebuah daerah yang memang sering menjadi jalur penyeberangan yang berbahaya. Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pencarian untuk menemukan penumpang lain yang mungkin masih hilang.

1. Penjaga pantai mengejar kapal yang mencoba kabur di tengah laut

Kejadian ini bermula sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat. Saat itu, radar Komando Penjaga Pantai Turki melihat ada sebuah kapal karet bermesin yang mencurigakan di laut Bodrum. Petugas sudah meminta kapal itu untuk berhenti, namun nahkoda kapal justru memacu kecepatannya untuk melarikan diri.

"Kapal tersebut tetap berusaha kabur walau sudah berkali-kali kami berikan peringatan untuk berhenti," kata pihak Komando Penjaga Pantai Turki, dilansir Associated Press.

Tindakan melarikan diri ini sangat berbahaya karena arus laut sedang kuat dan angin bertiup kencang. Kapal karet yang sudah kelebihan beban itu pun menjadi tidak seimbang.

Kondisi kapal yang memang tidak layak untuk perjalanan jauh, ditambah aksi kejar-kejaran di tengah kegelapan, membuat situasi makin gawat. Akhirnya, kapal itu miring dan terbalik setelah dihantam ombak besar terus-menerus.

2. Tim SAR menyelamatkan korban yang masih hidup dan mengevakuasi jenazah

Segera setelah kapal terbalik, satu helikopter dan tiga kapal patroli penjaga pantai dikirim ke lokasi. Tim SAR berhasil menyelamatkan 21 orang, namun mereka juga menemukan 18 jenazah di area tersebut.

"Setidaknya ada 18 orang yang meninggal dunia saat kapal karet berisi pengungsi itu tenggelam di laut dekat Provinsi Mugla," kata pihak berwenang, dilansir China Daily Asia.

Menurut data awal, sebagian besar penumpang berasal dari Afghanistan, termasuk bayi dan anak-anak. Para korban yang selamat langsung dibawa ke rumah sakit di Bodrum untuk mengobati hipotermia dan rasa trauma. Pencarian di sepanjang pantai Mugla masih terus dilakukan karena petugas belum tahu pasti berapa jumlah total orang yang ada di dalam kapal tersebut.

3. Kapal tenggelam karena cuaca buruk dan muatan yang terlalu penuh

Penyebab utama tenggelamnya kapal adalah masuknya air laut ke dalam kapal akibat ombak tinggi dan cuaca yang buruk. Kapal karet tersebut memang tidak dibuat untuk membawa banyak orang atau melakukan gerakan berbahaya di laut lepas.

"Kapal itu mulai kemasukan air karena cuaca dan kondisi laut yang buruk, hingga akhirnya tenggelam," kata petugas penjaga pantai.

Kondisi di lokasi kejadian sangat sulit karena jarak pandang yang terbatas dan suhu air laut yang sangat dingin. Hal ini membuat kesempatan korban untuk bertahan hidup di dalam air menjadi sangat kecil. Selain itu, penggunaan mesin tempel yang dipaksa melaju kencang menambah beban pada badan kapal, sehingga kapal lebih cepat karam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More