OKI Kutuk Serangan Rudal Iran ke Wilayah Turki, Minta Akhiri Agresi!

- OKI mengecam keras serangan rudal Iran ke wilayah Turki dan mendesak penghentian agresi militer demi menjaga stabilitas serta keamanan kawasan Timur Tengah.
- Rudal Iran yang melintasi Irak dan Suriah berhasil dicegat sistem pertahanan udara NATO sebelum menimbulkan kerusakan atau korban di wilayah Turki.
- Presiden Erdogan dan Menlu Hakan Fidan turut mengecam aksi Iran, berjanji bekerja sama dengan NATO untuk mencegah serangan serupa di tengah memanasnya konflik regional.
Jakarta, IDN Times - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk serangan rudal yang dilakukan Iran ke wilayah Turki. Dalam pernyataannya yang dirilis pada Rabu (4/3/2026), OKI mendesak Iran untuk menyudahi agresi militernya karena bisa mengancam keamanan negara-negara di Kawasan Timur Tengah.
“Sekretariat Jenderal (OKI) menegaskan solidaritas penuhnya dengan Republik Turki, berdiri di sisinya dalam melindungi kedaulatannya, dan ikut menjaga keamanan serta stabilitasnya. Sekretariat Jenderal menyerukan diakhirinya segala tindakan yang dapat meningkatkan situasi dan menggoyahkan stabilitas kawasan,” bunyi pernyataan resmi OKI.
“Kami menekankan bahwa mengancam keamanan dan stabilitas negara anggota (dapat) merusak fondasi hubungan internasional yang didasarkan pada hubungan bertetangga yang baik dan saling menghormati,” lanjut pernyataan tersebut.
1. Kecaman dilontarkan tidak lama usai Iran menyerang Turki dengan rudal

Kecaman ini dilontarkan OKI tidak lama usai Iran meluncurkan rudal ke Turki pada Rabu kemarin. Saat itu, Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke wilayah udara Turki lewat wilayah Irak dan Suriah. Namun, tidak jelas kemana rudal tersebut diarahkan.
Beruntungnya, rudal berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara NATO. Oleh karena itu, rudal tersebut tidak sempat menghantam bangunan-bangunan yang ada di bawahnya hingga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
“Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran, yang terdeteksi melewati wilayah udara Irak dan Suriah dan menuju ke wilayah udara Turki, berhasil dicegat dan dinetralisir tepat waktu oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Turki, seperti dilansir Al Jazeera.
2. Presiden dan Menlu Turki juga mengecam serangan rudal Iran ke wilayahnya

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, turut mengecam serangan rudal Iran ke wilayahnya. Ia berjanji akan bekerja sama dengan NATO untuk mencegah serangan serupa terjadi lagi.
"Kami akan mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dengan berkonsultasi bersama NATO. Kami juga akan mengeluarkan peringatan dengan sangat jelas untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi,” kata Erdogan.
Kecaman lain juga dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan. Bahkan, Fidan langsung menelepon perwakilan Iran yang ada di Turki untuk memprotes serangan yang dilakukan pada Rabu lalu.
3. Serangan rudal ke Turki terjadi di tengah konflik di Timur Tengah yang sedang panas

Serangan rudal di wilayah Turki ini terjadi di tengah konflik di Timur Tengah yang sedang memanas imbas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Hingga saat ini, serangan militer AS-Israel terhadap Iran masih berlanjut.
Serangan terbaru terjadi pada Rabu malam waktu setempat. Saat itu, Israel kembali melakukan serangan ke Ibu Kota Iran, Tehran. Selain itu, mereka juga melakukan serangan ke Ibu Kota Lebanon, Beirut. Israel menyerang Lebanon untuk menghabisi milisi Hizbullah yang membantu Iran menyerang AS dan Israel.
Di sisi lain, Iran juga sedang gencar melakukan serangan balasan ke AS dan Israel. Pada Selasa (3/3/2026) lalu, misalnya, Iran menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan kebakaran di komplek Kedutaan Besar AS yang ada di sana. Konsulat Jenderal AS di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, juga sudah terkena serangan dari Iran.
Selain itu, Iran juga melancarkan serangan ke sejumlah kota besar yang ada di Israel. Beberapa di antaranya, seperti Tel Aviv dan Beit Shemesh. Serangan tersebut menewaskan belasan orang.

















