Penikaman di Sekolah Rusia Tewaskan Bocah Usia 10 Tahun

- Korban tewas ditusuk berulang kali oleh tersangka, menyebabkan kematiannya.
- Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun setelah mengakui perbuatannya.
- Serangan di sekolah-sekolah Rusia semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kasus penikaman dan penembakan.
Jakarta, IDN Times - Seorang remaja melancarkan aksi penikaman di sebuah sekolah di Rusia. Insiden tersebut menewaskan seorang siswa laki-laki berusia 10 tahun dan melukai seorang petugas keamanan.
Serangan itu terjadi di Sekolah Menengah Terpadu Uspenskaya di Gorki-2, sebuah desa di sebelah barat Moskow, pada Selasa (16/12/2025). Tersangka, yang diidentifikasi sebagai siswa laki-laki di sekolah tersebut, kini telah ditahan. Badan investigasi utama Rusia, Komite Investigasi, mengungkapkan bahwa usianya masih 15 tahun.
“Motif kejahatan ini masih dalam penyelidikan,” tulis lembaga tersebut di Telegram.
1. Korban tewas ditusuk berulang kali oleh tersangka
Menurut kantor berita RIA, tersangka menyemprotkan merica dan menikam penjaga keamanan sebelum berjalan menyusuri koridor untuk mencari korban lainnya. Bocah berusia 10 tahun itu ditusuk beberapa kali oleh tersangka. Meski upaya penyelamatan sempat dilakukan, korban akhirnya meninggal akibat luka yang dideritanya.
Sejumlah guru dan siswa berhasil dievakuasi dari area sekolah, sementara yang lain dilaporkan membarikade diri di dalam ruang kelas. Polisi langsung meluncur ke lokasi kejadian usai menerima laporan mengenai serangan tersebut sekitar jam 9 pagi. Tim penjinak bom juga menyisir area sekolah setelah sebuah benda yang diduga sebagai alat peledak rakitan ditemukan di antara barang-barang milik tersangka.
2. Tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara
Menurut keterangan dari layanan darurat, tersangka diyakini sebagai pengikut gerakan pemuda yang bersifat destruktif. Media lokal juga melaporkan bahwa tersangka mengenakan T-shirt bertuliskan "No Lives Matter" (Tidak Ada Kehidupan yang Berharga) saat melancarkan aksinya.
Tersangka sendiri telah mengakui perbuatannya saat menjalani pemeriksaan. Ia kini terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun, dilansir dari Independent.
3. Serangan di sekolah-sekolah Rusia marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir
Dilansir dari Arab News, serangan bersenjata semakin sering terjadi di sekolah-sekolah Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Pada Senin (15/12/2025), seorang siswa kelas 9 menikam gurunya di sebuah sekolah menengah di St. Petersburg karena mendapat nilai jelek. Guru tersebut selamat meski mengalami luka serius.
Tahun lalu, seorang pelajar juga melukai empat orang dengan palu di kota Chelyabinsk, Rusia selatan. Pada Desember 2023, seorang remaja perempuan berusia 14 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah di kota Bryansk, menewaskan seorang teman sekelasnya sebelum kemudian bunuh diri.


















