Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polisi Filipina Gerebek Sabung Ayam Elektronik, 174 Orang Ditangkap

Polisi Filipina Gerebek Sabung Ayam Elektronik, 174 Orang Ditangkap
Bendera Filipina (unsplash.com/iSawRed)
Intinya Sih
  • Polisi Filipina menggerebek arena e-sabong ilegal di Vitas Coliseum, Tondo, Manila, dan menangkap 174 orang dalam operasi besar untuk menindak perjudian daring yang dilarang secara nasional.
  • Sindikat e-sabong tersebut menyelenggarakan sekitar 500 pertandingan sabung ayam setiap hari secara daring selama 24 jam penuh, memanfaatkan sistem digital untuk menarik ribuan petaruh online.
  • Dalam penggerebekan, polisi menyita puluhan komputer, kamera, ayam petarung, serta uang taruhan; para pelaku kini dijerat dengan Undang-Undang Perjudian dan Kejahatan Siber Filipina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Unit CIDG-NCR Kepolisian Nasional Filipina menggerebek arena sabung ayam elektronik (e-sabong) ilegal di wilayah Manila pada Selasa malam (24/3/2026). Operasi besar-besaran ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memberantas judi daring yang telah dilarang total di seluruh negeri guna menjaga ketertiban masyarakat.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 174 orang yang terlibat dalam jaringan taruhan sabung ayam yang disiarkan langsung dari sebuah koloseum di Tondo. Saat ini, pihak berwenang tengah mendalami infrastruktur teknologi serta manajemen operasional sindikat tersebut untuk membongkar praktik judi digital ini hingga ke akarnya.

1. Penggerebekan Vitas Coliseum di Tondo terkait siaran ilegal e-sabong

Tim CIDG-NCR mengepung Vitas Coliseum di Distrik Tondo pada Selasa malam setelah melakukan pengintaian sejak akhir tahun 2025. Lokasi tersebut diduga kuat menjadi pusat penyiaran ilegal sabung ayam digital yang menjangkau ribuan petaruh melalui jaringan internet tersembunyi.

Kepala CIDG-NCR, Kolonel John Guiagui, mengonfirmasi bahwa dari 174 orang yang diamankan, sebanyak 136 di antaranya adalah petaruh. Para petaruh tersebut dilepaskan setelah data pribadinya dicatat untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami menggerebek koloseum di Vitas, Tondo, pada Selasa malam berdasarkan informasi yang kami terima akhir tahun lalu mengenai aktivitas ilegal tersebut," ujar Kolonel John Guiagui, dilansir The Straits Times.

2. Sindikat e-sabong gelar 500 pertandingan per hari secara daring

Sindikat ini diketahui menyelenggarakan sekitar 500 pertandingan sabung ayam setiap harinya yang disiarkan langsung melalui platform daring khusus. Penggunaan sistem digital memungkinkan frekuensi laga menjadi lebih tinggi dengan durasi tiap pertandingan hanya dua hingga tiga menit, jauh lebih singkat dibandingkan laga tradisional.

Operasi di Tondo ini berlangsung 24 jam nonstop untuk memfasilitasi taruhan tanpa henti. Meskipun arena fisik tidak lagi dihadiri penonton, aktivitas judi tetap berjalan masif melalui internet.

"Bahkan jika tidak ada lagi orang di koloseum, sabung ayam tetap berlanjut selama 24 jam penuh karena mereka sangat bergantung pada taruhan yang dibuat di situs web mereka," ungkap Kolonel John Guiagui, dilansir The Manila Times.

3. Penyitaan barang bukti dan penjeratan pasal kejahatan siber

Dalam operasi tersebut, polisi menyita 48 unit komputer, tiga kamera tripod, serta 24 ekor ayam petarung bermerek "Sabung VIP". Selain peralatan teknis, petugas juga mengamankan uang taruhan dan dokumen transaksi untuk melacak aliran dana sindikat ke berbagai rekening bank terkait.

Staf manajemen yang ditahan kini menghadapi tuntutan pidana serius berdasarkan Undang-Undang Perjudian dan Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Siber. Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jenderal Jose Melencio Nartatez Jr., menegaskan komitmennya untuk terus memberantas praktik ini.

"Judi e-sabong ilegal adalah tempat berkembang biaknya kejahatan. Tindakan keras ini akan terus berlanjut sampai pusat perjudian ilegal ini benar-benar dibongkar," ujar Jenderal Jose Melencio Nartatez Jr.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More
Drama Lele Mentah MBG

Drama Lele Mentah MBG

31 Mar 2026, 06:00 WIBNews