Singapura Ketua ASEAN 2027, Ini Prioritasnya

- Singapura akan mengambil alih keketuaan ASEAN pada 2027 dan mendorong sentralitas, persatuan, serta integrasi regional.
- Lawrence Wong menyatakan Singapura akan membangun lebih banyak koneksi dan kemitraan di tengah perubahan geopolitik global.
- Pemerintah Singapura menempatkan kerja sama ASEAN sejalan dengan upaya menjaga ketahanan domestik dan kepentingan negara.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan, negaranya akan berupaya memperkuat ASEAN ketika mengambil alih keketuaan organisasi kawasan tersebut pada 2027. Singapura akan mendorong penguatan sentralitas dan persatuan ASEAN serta memperdalam integrasi regional.
Wong menyampaikan rencana tersebut dalam pidato National Day Rally 2026 di Institute of Technical Education (ITE) Headquarters, Minggu (23/8/2026). Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Singapura untuk tetap terbuka dan terhubung dengan dunia di tengah perubahan geopolitik.
Menurut Wong, dunia kini menghadapi penyebaran kekuatan yang semakin luas. Selain AS dan China, Eropa, India, dan negara-negara kekuatan menengah juga semakin aktif memperjuangkan kepentingannya.
1. Singapura akan perkuat sentralitas ASEAN

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (AFP/Yasuyoshi Chiba) Wong mengatakan, perubahan geopolitik global membuat hubungan dan kerja sama antarnegara menjadi semakin penting. Dalam situasi tersebut, Singapura akan menggunakan keketuaan ASEAN untuk memperkuat posisi dan kerja sama kawasan.
“Tahun depan, Singapura akan mengambil alih keketuaan ASEAN. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memperkuat sentralitas dan persatuan ASEAN, memperdalam integrasi regional, dan menjadikan ASEAN pasar tunggal yang lebih efektif,” ujar Wong.
Ia mengatakan, Singapura juga akan berupaya memperkuat kemitraan di luar kawasan. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertemukan berbagai mitra, membangun titik temu, serta mempertahankan jalur dialog dan kerja sama.
Menurut Wong, pendekatan tersebut diperlukan ketika negara-negara di dunia menghadapi perubahan hubungan ekonomi dan geopolitik.
2. Bangun koneksi di tengah dunia yang terpecah

bendera Singapura (unsplash.com/Justin Lim) Wong mengatakan, Singapura tidak akan merespons perubahan global dengan menarik diri atau menjadi tertutup. Sebaliknya, negara tersebut akan terus memperkuat hubungan dengan dunia.
“Kami akan membangun lebih banyak koneksi, bukan lebih sedikit. Kami akan menjangkau lebih banyak mitra, menjadikan diri kami semakin relevan, dan menciptakan lebih banyak peluang bagi warga Singapura,” katanya.
Menurut Wong, pendekatan tersebut penting karena Singapura memiliki perekonomian yang sangat terhubung dengan dunia. Negara itu berperan sebagai pusat bisnis dan keuangan serta menjadi bagian penting dari rantai pasok global.
Wong menilai, seluruh kekuatan tersebut bergantung pada kepercayaan. Negara dan perusahaan mempercayai Singapura karena aturan hukum berlaku, institusi berjalan kuat, serta kontrak dan komitmen dihormati.
3. ASEAN jadi bagian ketahanan Singapura

Bendera negara-negara ASEAN (pixabay.com/Nguyenthuantien) Wong menekankan bahwa meskipun Singapura bekerja sama dengan negara lain, pemerintah tidak dapat mengasumsikan negara lain akan datang membantu ketika krisis terjadi. Karena itu, Singapura juga harus memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri dan menjaga kepentingannya.
Ketika krisis Timur Tengah terjadi, misalnya, pemerintah Singapura bergerak untuk membawa pulang warga negaranya yang terdampar, mengamankan pasokan penting, serta memberikan dua paket dukungan bagi pekerja, rumah tangga, dan dunia usaha.
“Kita pada akhirnya harus mampu berdiri sendiri dan menjaga diri kita sendiri,” ujar Wong.
Namun, upaya untuk memperkuat ketahanan domestik tersebut tetap berjalan bersamaan dengan keterbukaan Singapura terhadap dunia. Wong mengatakan, negaranya akan tetap memperkuat hubungan internasional dan menjaga saluran dialog serta kerja sama.
Dalam konteks regional, keketuaan ASEAN pada 2027 menjadi salah satu wadah bagi Singapura untuk memperkuat kerja sama kawasan sekaligus menjaga hubungan dengan berbagai mitra di luar ASEAN.



















