Survei Gallup: Kepercayaan Warga AS ke Institusi Dekati Titik Terendah

- Survei Gallup menunjukkan kepercayaan warga AS terhadap 14 institusi utama hanya 27 persen, mendekati titik terendah sejak 1993 dan menandakan krisis kepercayaan publik yang berkelanjutan.
- Militer menjadi satu-satunya institusi dengan dukungan mayoritas, mencapai 61 persen, sementara lembaga politik seperti Kongres dan kepresidenan mencatat tingkat kepercayaan paling rendah.
- Kondisi politik nasional yang dinamis turut memengaruhi persepsi publik, memperlihatkan tantangan besar bagi institusi untuk membangun kembali transparansi dan akuntabilitas demi memulihkan kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan masyarakat terhadap institusi menjadi salah satu fondasi penting bagi stabilitas sebuah negara. Saat warga mulai meragukan lembaga pemerintahan, sistem hukum, hingga institusi swasta, dampaknya bisa terasa pada banyak aspek kehidupan.
Hal inilah yang kini menjadi sorotan setelah Gallup merilis survei terbaru mengenai tingkat kepercayaan publik di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan warga AS terhadap berbagai institusi masih berada di dekat titik terendah sejak survei ini pertama kali dilakukan pada 1993.
Meski masih ada beberapa lembaga yang mendapat penilaian cukup baik, sebagian besar justru mengalami tingkat kepercayaan yang relatif rendah. Berikut beberapa fakta penting yang perlu kamu ketahui dari hasil survei tersebut.
1. Tingkat kepercayaan publik masih berada di level yang mengkhawatirkan

Survei Gallup yang dilakukan pada 1-15 Juni melibatkan 1.001 responden dewasa di Amerika Serikat melalui wawancara telepon. Hasilnya menunjukkan hanya 27 persen responden yang menyatakan memiliki tingkat kepercayaan besar atau cukup terhadap 14 institusi utama di negara tersebut. Angka ini turun satu poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut memang terlihat kecil, tapi posisinya hanya terpaut satu poin dari rekor terendah yang pernah tercatat pada 2023. Artinya, tingkat kepercayaan masyarakat masih bertahan di level yang sangat rendah dibandingkan perjalanan survei selama lebih dari tiga dekade. Gallup juga mencatat bahwa hasil survei ini memiliki margin of error sekitar 4 persen.
2. Militer masih menjadi institusi yang paling dipercaya

Di antara 14 institusi yang dinilai, militer menjadi lembaga dengan tingkat kepercayaan tertinggi. Sebanyak 61 persen responden mengaku memiliki kepercayaan besar atau cukup terhadap angkatan bersenjata Amerika Serikat. Angka tersebut menjadikan militer satu-satunya institusi yang masih memperoleh dukungan mayoritas dari masyarakat.
Di bawah militer terdapat kepolisian, gereja serta organisasi keagamaan, perbankan, dan sistem medis. Walaupun masuk lima besar, gak satu pun dari empat institusi tersebut berhasil memperoleh dukungan lebih dari 50 persen responden. Kondisi ini menunjukkan bahwa bahkan lembaga yang relatif dipercaya pun tetap menghadapi tantangan untuk mempertahankan keyakinan masyarakat.
3. Lembaga politik memperoleh tingkat kepercayaan paling rendah

Jika dibandingkan institusi lainnya, lembaga politik berada di posisi yang paling memprihatinkan. Hanya 9 persen responden yang menyatakan percaya kepada Kongres Amerika Serikat. Sementara itu, tingkat kepercayaan terhadap lembaga kepresidenan berada di angka 27 persen.
Meski sedikit lebih tinggi dibandingkan Kongres, angka tersebut masih tergolong rendah. Gallup menjelaskan bahwa capaian ini hanya sedikit berada di atas titik terendah yang pernah terjadi pada Juni 2022. Saat itu, Presiden Joe Biden masih menjabat dan Partai Demokrat menguasai kedua kamar legislatif di Kongres.
4. Kondisi politik ikut memengaruhi persepsi masyarakat

Rendahnya kepercayaan terhadap institusi politik terjadi di tengah situasi politik Amerika Serikat yang masih cukup dinamis. Selain hasil survei Gallup, rata-rata jajak pendapat yang dihimpun Decision Desk HQ menunjukkan tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Donald Trump berada di angka 42,5 persen. Pada saat yang sama, rata-rata tingkat ketidaksetujuannya mencapai 54,9 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa penilaian publik terhadap kepemimpinan nasional masih cenderung negatif. Bahkan sejak akhir Maret 2026, tingkat persetujuan Trump beberapa kali turun di bawah 40 persen dan belum kembali menembus 45 persen sejak Oktober 2025. Meski sempat mengalami sedikit kenaikan dibandingkan titik terendah pada Juni, angkanya masih jauh dari mayoritas dukungan publik.
5. Rendahnya kepercayaan bisa berdampak luas bagi masyarakat

Kepercayaan publik bukan sekadar angka dalam hasil survei, lho. Saat masyarakat semakin ragu terhadap institusi negara maupun sektor swasta, proses pengambilan kebijakan dapat menjadi lebih sulit karena dukungan publik ikut melemah. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi partisipasi warga dalam berbagai kegiatan sosial maupun politik.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan global, hasil survei ini menunjukkan bahwa membangun kepercayaan publik merupakan pekerjaan yang gak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Transparansi, akuntabilitas, dan konsistensi dalam menjalankan tugas menjadi faktor penting agar masyarakat kembali yakin terhadap institusi yang ada. Tanpa kepercayaan tersebut, hubungan antara pemerintah, lembaga publik, sektor swasta, dan masyarakat akan semakin sulit dipertahankan.
Survei terbaru Gallup memperlihatkan bahwa tingkat kepercayaan warga Amerika Serikat terhadap berbagai institusi masih berada nyaris di rekor terendah dalam sejarah survei tersebut. Militer tetap menjadi institusi yang paling dipercaya, sedangkan Kongres dan lembaga kepresidenan masih memperoleh tingkat kepercayaan yang sangat rendah.
Di sisi lain, kondisi politik nasional ikut memberi gambaran mengapa persepsi publik terhadap institusi belum banyak membaik. Temuan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kepercayaan masyarakat merupakan tantangan besar yang membutuhkan komitmen jangka panjang dari setiap institusi, baik di sektor publik maupun swasta.






















