Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berapa Jumlah Set yang Dibutuhkan untuk Membangun Otot?

3 min read
Berapa Jumlah Set yang Dibutuhkan untuk Membangun Otot?
ilustrasi dumbbell shoulder press (pexels.com/Furkan Elveren)
  • Patokan praktis untuk membangun otot adalah sekitar 10 set kerja per kelompok otot per minggu.

  • Jumlah itu adalah total mingguan. Kamu bisa membaginya ke dalam dua atau lebih sesi latihan.

  • Menambah set bisa membantu, tetapi manfaat tambahannya makin kecil. Jumlah terbaik bergantung pada kemampuan pulih dan konsistensi latihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat latihan, banyak orang fokus pada menghitung repetisi atau jumlah gerakan. Namun, untuk membangun otot, ada satu hitungan lain yang perlu diperhatikan, yaitu berapa set kerja yang diterima setiap kelompok otot dalam seminggu.

Patokan awal yang bisa digunakan adalah sekitar 10 set per kelompok otot per minggu. American College of Sports Medicine (ACSM) merumuskan angka ini berdasarkan tinjauan terhadap 137 tinjauan sistematis yang mencakup lebih dari 30 ribu peserta dewasa.

  1. 1. Hitung set per otot selama seminggu

    Satu set adalah satu rangkaian repetisi sebelum beristirahat. Untuk menghitung volume latihan, jumlahkan set kerja yang melibatkan kelompok otot tertentu selama seminggu. Jadi, yang dihitung bukan hanya set dalam satu sesi.

    Misalnya, targetnya 10 set untuk otot dada. Kamu bisa membaginya menjadi lima set pada dua hari latihan. Set dari beberapa gerakan yang melatih dada juga dapat dijumlahkan.

    Gerakan gabungan seperti bench press melibatkan lebih dari satu otot. Meta-regresi terbaru menghitung set yang melatih otot secara tidak langsung sebagai set parsial; pendekatan ini dinilai lebih sesuai untuk memperkirakan respons latihan.

    Dalam praktiknya, pencatatan set tiap otot tidak selalu sesederhana menghitung semua set dari satu gerakan sebagai set penuh bagi setiap otot yang ikut bekerja.

  2. 2. Anggap 10 set sebagai patokan

    ACSM menyimpulkan bahwa volume lebih tinggi, sekitar 10 set atau lebih per kelompok otot per minggu, dapat meningkatkan hipertrofi (pertambahan ukuran otot). Namun, itu bukan syarat mutlak agar otot tumbuh, dan bukan berarti semua orang harus langsung berlatih dengan set sebanyak itu.

    Meta-regresi terhadap 67 studi dan 2.058 peserta menemukan hubungan antara kenaikan volume mingguan dan pertambahan ukuran otot, tetapi manfaat tambahan menunjukkan hasil yang makin berkurang. Pesertanya rata-rata berusia sekitar 25 tahun dan sebagian besar laki-laki, sehingga hasilnya tidak otomatis menggambarkan respons setiap orang.

  3. 3. Bagi set ke beberapa sesi dan tingkatkan bertahap

    Seseorang berlatih angkat beban secara intensif di pusat kebugaran sebagai ilustrasi metode training to failure.
    ilustrasi training to failure (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Jika ingin mencapai sekitar 10 set per otot, kamu bisa membaginya ke dua sesi latihan, misalnya lima set per sesi. Pembagian ini membantu mengatur jadwal dan beban latihan. Kamu tidak harus menuntaskan semua set dalam satu kali latihan.

    Bagi yang baru mulai, tidak perlu memaksakan volume tinggi sejak awal. Mulailah dengan jumlah yang bisa dilakukan dengan teknik yang baik, lalu tingkatkan secara bertahap sambil memperhatikan kemampuan pulih.

    ACSM menekankan latihan beban progresif dan konsistensi, serta menyebut bahwa latihan sampai otot benar-benar tidak mampu melakukan repetisi lagi tidak selalu memberi hasil yang lebih baik.

    Jadi, patokan singkatnya: sekitar 10 set kerja per otot per minggu. Hitung total mingguan, bagikan ke sesi yang bisa kamu jalani dengan konsisten, lalu sesuaikan volumenya dengan kemajuan dan pemulihan tubuh. Ingat, jangan memforsir diri, ya!

    FAQ seputar Jumlah Set yang Dibutuhkan untuk Membangun Otot

    Sepuluh set itu dihitung per latihan atau per minggu?

    Per kelompok otot dalam seminggu. Set dari beberapa gerakan bisa dijumlahkan.

    Apakah semua 10 set harus dilakukan dalam satu sesi?

    Tidak. Kamu bisa membaginya ke dua atau lebih sesi latihan.

    Haruskah setiap set dilakukan sampai otot benar-benar tidak sanggup lagi?

    Tidak selalu. Latihan sampai gagal tidak terbukti konsisten memberi hasil lebih baik untuk semua orang.

    Referensi

    Brad S. Currier et al., “American College of Sports Medicine Position Stand. Resistance Training Prescription for Muscle Function, Hypertrophy, and Physical Performance in Healthy Adults: An Overview of Reviews,” Medicine & Science in Sports & Exercise 58, no. 4 (2026): 851–72, https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000003897.

    Joshua C. Pelland, Jacob F. Remmert, Zac P. Robinson, Seth R. Hinson, and Michael C. Zourdos, “The Resistance Training Dose Response: Meta-Regressions Exploring the Effects of Weekly Volume and Frequency on Muscle Hypertrophy and Strength Gains,” Sports Medicine 56, no. 2 (2026): 481–505, https://doi.org/10.1007/s40279-025-02344-w.


Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More