Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Agen TKA Diperiksa KPK Soal Uang Pemerasan Eks Dirjen Kemnaker

3 Agen TKA Diperiksa KPK Soal Uang Pemerasan Eks Dirjen Kemnaker
Ilustrasi korupsi (IDN Times/Aditya Pratama)

  • Sebanyak tiga agen TKA diperiksa KPK terkait pemerasan pengurusan Rencana Penggunaan TKA di Kementerian Ketenagakerjaan.

  • Sekjen Kementan era Hanif Dhakiri, Heri Sudarmanto, merupakan tersangka baru dalam perkara ini.

  • Sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan tersangka lain yang diduga menerima uang pemerasan hingga Rp53,7 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga agen Tenaga Kerja Asing (TKA). Mereka diperiksa terkait dugaan korupsi berupa pemerasan pengurusan Rencana Penggunaan TKA di Kementerian Ketenagakerjaan.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dikutip pada Selasa (18/11/2025).

  1. 1. Aliran uang tidak resmi

    Ilustrasi korupsi (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi korupsi (IDN Times/Aditya Pratama)

    Ketiga Agen TKA yang diperiksa KPK adalah Rokiyah, Tri Utomo, dan Syaiful Anwar. Mereka didalami soal pemerasan yang dilakukan Tersangka Suhartono yang pernah menjabat sebagai mantan Dirjen Binapenta.

    "Penyidik mendalami materi terkait penelusuran aliran uang tidak resmi dugaan tindak pemerasan oleh Tersangka HS, saat menjabat sebagai Direktur PPTKA serta Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker," ujar Budi.

  2. 2. Sekjen Kementan era Hanif Dhakiri tersangka baru kasus ini

    antarafoto-kpk-periksa-heri-sudarmanto-1762834942.jpg
    Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

    Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan era Menteri Hanif Dhakiri, Heri Sudarmanto, merupakan tersangka baru dalam perkara ini. Surat Perintah Penyidikan dikeluarkan KPK pada Oktober 2025.

    Heri diduga turut menerima aliran uang pemerasan agen TKA. Namun, detailnya belum diungkapkan ke publik.

  3. 3. KPK tetapkan delapan tersangka sebelumnya

    WhatsApp Image 2025-07-17 at 6.43.49 PM.jpeg
    menahan empat tersangka korupsi berupa pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan rencana penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan (IDN Times/Aryodamar)

    Sebelum Heri, KPK telah lebih dulu menetapkan delapan tersangka. Mereka adalah eks Dirjen Binapenta dan PKK 2020-2023 Suhartono, Staf Ahli Menaker yang juga mantan Dirjen Binapenta Suhartono menerima, Eks Direktur PPTKA Wisnu Pramono, eks Koordinator Uji Kelayakan PPTKA Devi Angraeni, Pejabat Pembuat Komitmen PPTKA Gatot Widiartono, staf PPTKA Putri Citra Wahyoe, Jamal Shodiqin, dan mantan staf PPTKA Alfa Ehsad.

    Para tersangka diduga menerima uang pemerasan hingga Rp53,7 miliar. Selain dinikmati para tersangka, Rp8,9 miliar diantaranya juga dinikmati Pegawai Kemnaker.

    Berikut rincian uang yang diterima para tersangka:

    Eks Dirjen Binapenta Suhartono: Rp460 juta
    Staf Aghli Menaker Yasierli: Rp18 miliar
    Eks Direktur PPTKA Wisnu Pramono: Rp580 juta
    Eks Koordinator Uji Kelayakan PPTKA Devi Angraeni: Rp2,3 miliar
    PPK PPTKA Gatot Widiartono: Rp6,3 miliar
    Staf PPTKA Putri Citra Wahyoe: Rp13,9 miliar
    Staf PPTKA Jamal Shodiqin: Rp1,1 miliar
    Eks Staf PPTKA Alfa Ehsad: Rp1,8 miliar

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More