"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah yang berpotensi terdampak, diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi," tulis BMKG di akun Instagram @infobmkg, dikutip Selasa (23/6/2026).
Ada Siklon Tropis Mekkhala, Apa Pengaruhnya ke Indonesia?

- BMKG mendeteksi Siklon Tropis Mekkhala terbentuk di Samudra Pasifik barat, dengan potensi memengaruhi pola angin dan pembentukan awan hujan di wilayah utara Indonesia.
- Siklon ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, serta perairan Maluku bagian utara yang berdampak pada aktivitas pelayaran.
- Dampaknya bisa meluas karena interaksi dengan sistem cuaca lain seperti Monsun Asia, menimbulkan hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Mekkhala, yang terbentuk di wilayah samudra dengan karakteristik tekanan rendah yang kuat dan sirkulasi angin yang terorganisasi. Dalam dinamika atmosfer regional, siklon tidak selalu berada di Indonesia, tetapi dampaknya dapat menjangkau secara luas.
BMKG menjelaskan, siklon tropis di sekitar perairan utara Indonesia umumnya terbentuk di Samudra Pasifik bagian barat atau Laut China Selatan. Mekkhala termasuk sistem yang berkembang di wilayah tersebut. Meskipun pusat siklon berada jauh dari daratan Indonesia, pengaruhnya tetap dapat dirasakan melalui perubahan pola angin dan peningkatan aktivitas awan hujan.
1. Dampak Siklon Tropis Mekkhala

Dampak utama Siklon Tropis Mekkhala terhadap Indonesia muncul melalui peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan utara. Kondisi ini dapat memicu gelombang laut tinggi di perairan seperti Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, dan perairan Maluku bagian utara. Aktivitas pelayaran dan nelayan menjadi sektor yang paling terdampak secara langsung.
Selain itu, siklon ini juga memengaruhi distribusi uap air di atmosfer. Tarikan massa udara menuju pusat siklon dapat memperkuat pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia bagian utara dan timur. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi secara lokal, terutama ketika pola monsun sedang aktif.
2. Siklon Tropis Mekkhala bisa berdampak luas

BMKG menyampaikan, siklon tropis tidak hanya berdampak pada wilayah dekat pusatnya. Interaksi dengan sistem cuaca lain seperti Monsun Asia dan gelombang ekuatorial dapat memperluas dampak cuaca ekstrem. Hal ini menjadikan pemantauan siklon sebagai bagian penting dari sistem peringatan dini cuaca di Indonesia.
Dari sisi kelautan, peningkatan tinggi gelombang akibat Siklon Mekkhala dapat mencapai kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi laut dan meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran. BMKG biasanya mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah perairan terdampak agar aktivitas masyarakat dapat disesuaikan.
3. Beberapa wilayah bisa terdampak angin kencang hingga hujan lebat

Di darat, dampak tidak selalu seragam. Beberapa wilayah dapat mengalami hujan lebat, sementara wilayah lain hanya merasakan peningkatan angin kencang.
Dampak cuaca ini dipengaruhi oleh posisi siklon, arah pergerakan, dan kondisi atmosfer regional pada saat yang sama.
















