Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ahmad Dofiri: Aspek Kultural Polri Paling Disoroti Masyarakat

Ahmad Dofiri: Aspek Kultural Polri Paling Disoroti Masyarakat
Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Ahmad Dofiri menyampaikan bahwa aspek kultural di tubuh Polri menjadi sorotan utama masyarakat karena perilaku oknum yang menurunkan kepercayaan publik.
  • KPRP menyerahkan rekomendasi reformasi Polri kepada Presiden Prabowo dengan fokus pada dua aspek besar, yaitu kelembagaan dan manajerial.
  • Aspek manajerial mencakup tata kelola, kepemimpinan, pengawasan, serta penambahan elemen transformasi digital untuk meningkatkan transparansi di era modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri mengungkap bahwa, aspek kultural kepolisian menjadi paling disoroti oleh masyarakat.

Dofiri awalnya menjelaskan, rekomendasi KPRP yang diserahkan ke Presiden Prabowo melahirkan dua aspek besar yakni kelembagaan dan manajerial. Hal itu hasil diskusi serta penyerapan aspirasi masyarakat.

"Aspek kelembagaan itu lebih menyoroti kepada organisasi, sedangkan aspek manajerial lebih kepada tata kelola bagaimana organisasi itu dikelola. Itu garis besarnya. Jadi memahami itu utuh ya. Jadi ada yang tadi keluhan-keluhan tadi di mana? Kita bedah di dua kelompok tadi yaitu di aspek kelembagaan dan aspek manajerial," kata Dofiri di Kantor KPRP, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Dalam kelembagaan, kata Dofiri kembali menelurkan sudut pandang soal struktural, instrumental dan kultural. Hal ini juga sesuai dengan reformasi Polri di awal tahun 2000.

Dofiri menyebut, dari tiga sorotan tersebut yang paling banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat adalah kultural di internal Polri.

"Nah, yang kita pahami dari ketiga aspek tadi struktural, instrumental, dan kultural, itu yang paling disorot adalah terkait dengan masalah kultural. Apa itu? Perilaku atau budaya yang kemudian ditenggarai banyak bermunculan yang kemudian ini menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat pada Polri karena apa? Ulah oknum anggota Polri yang tadi perilakunya kurang bagus," ujar Dofiri.

Kemudian aspek kedua yakni manajerial, Dofiri menjelaskan, hal ini pembahasannya lebih luas lagi yang berkaitan dengan aspek manajemen. Pertama soal tata kelola, kepemimpinan dan pengawasan.

"Nah, yang keempat ditambahi lagi era sekarang itu transparansi ditopang dengan digital, makanya yang keempat ditambahkan yaitu transformasi digital," ucap eks Wakapolri itu.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian itu yang menjadi titik acuan dalam rekomendasi tersebut adalah kelembagaan dan manajerial internal Polri.

"Kira-kira itu garis besarnya dua ya, jadi apa itu kelembagaan apa itu aspek manajerial," kata Dofiri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More