Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[BREAKING] Kian Naik, Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 11.587 Orang

[BREAKING] Kian Naik, Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 11.587 Orang
Ilustrasi nakes di ruang IGD (ANTARA FOTO/Fauzan)

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kini mencapai 11.587 kasus. Dengan demikian, terhitung sejak 3 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 4 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, kasus positif mengalami kenaikan 395 orang

"Kasus positif terkonfirmasi bertambah 395 orang, sehingga menjadi 11.587 orang," kata Yurianto dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube BNPB Indonesia, Senin (4/5).

1. Jumlah pesebaran COVID-19 di 34 provinsi

Ilustrasi tes swab. (IDN Times/Candra Irawan)
Ilustrasi tes swab. (IDN Times/Candra Irawan)

Kasus virus corona di Indonesia telah menyebar ke 34 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus COVID-19, yaitu 4.539 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki Jawa Barat dengan 1.252 kasus dan dilanjutkan Jawa Timur 1.124 kasus.

Berikut data lengkap rincian penyebaran COVID-19 di 34 provinsi:

1. Aceh 12 kasus
2. Bali 271 kasus
3. Banten 446 kasus
4. Bangka Belitung  kasus
5. Bengkulu 12 kasus
6. Yogyakarta 114 kasus
7. DKI Jakarta 4.539 kasus
8. Jambi 38 kasus
9. Jawa Barat 1.252 kasus
10. Jawa Tengah 798 kasus
11. Jawa Timur 1.124 kasus
12. Kalimantan Barat 73 kasus
13. Kalimantan Timur 167 kasus
14. Kalimantan Tengah 180 kasus
15. Kalimantan Selatan 198 kasus
16. Kalimantan Utara 130 kasus
17. Kepulauan Riau 92 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 269 kasus
19. Sumatera Selatan 185 kasus
20. Sumatera Barat 203 kasus
21. Sulawesi Utara 45 kasus
22. Sulawesi Tenggara 64 kasus
23. Sumatera Utara 129 kasus
24. Sulawesi Selatan 607 kasus
25. Sulawesi Tengah 59 kasus
26. Lampung 54 kasus
27. Riau 58 kasus
28. Maluku Utara 50 kasus
29. Maluku 23 kasus
30. Papua Barat 43 kasus
31. Papua 240 kasus
32. Sulawesi Barat 44 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 10 kasus
34. Gorontalo 15 kasus.

Dalam proses verifikasi di lapangan 22 kasus.

2. Jokowi meminta klaster-klaster COVID-19 dijaga dengan ketat

Dok. Biro Pers Kepresidenan
Dok. Biro Pers Kepresidenan

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia, Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat, salah satunya klaster jemaah tablig akbar.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jamaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," kata Jokowi, saat konferensi pers secara daring, Senin (4/5).

3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 3,5 juta

Petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Mengutip situs worldometers.info, hingga Senin pukul 15.26 WIB secara global terdapat 3.579.471 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 1.188.441 kasus.

Dari 3,5 juta kasus itu, 248.445 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 1.158.927 orang.

Saat ini, tercatat masih ada 2.172.106 kasus virus corona aktif di seluruh dunia. Dengan catatan, 2.122.053 pasien dalam kondisi sedang dan 50.053 dalam kondisi kritis.

4. Asal-usul wabah COVID-19

ilustrasi petugas medis melakukan tes swab kepada salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Kalimantan Utara (ANTARA FOTO/Fachrurrozi)
ilustrasi petugas medis melakukan tes swab kepada salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Kalimantan Utara (ANTARA FOTO/Fachrurrozi)

Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (COVID-19). Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention, cdc.gov (26/2), COVID-19 merupakan sebuah jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.

Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Dilaporkan banyak pasien yang menderita virus ini, dan ternyata terkait dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut. Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.

Dikutip dari BBC, (26/2), koresponden kesehatan dan sains BBC Michelle Roberts and James Gallager mengatakan, di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular.

Diduga virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia. Bahkan, belakangan ada penularan ke harimau di Amerika Serikat. Gejala virus ini antara lain deman hingga 38 derajat Celcius, sesak napas, batuk kering, pegal-pegal, dan hilang penciuman. Namun, ada juga kasus tanpa gejala yang belakangan banyak ditemui di banyak negara.

Untuk mencegah penularan virus corona adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, hindari kontak langsung dengan suspect virus corona, hindari kontak langsung dengan hewan liar atau ternak, hindari kontak dengan mereka yang memiliki gejala seperti demam dan flu, menggunakan masker saat batuk dan flu, selalu hindari kerumunan dan menjaga jarak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
Jumawan Syahrudin
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

TNI, Andrie Yunus, dan Keadilan yang Tak Kunjung Datang

08 Apr 2026, 15:28 WIBNews