Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dalam Sepekan Kasus COVID-19 Meningkat 30 Persen di Kota Depok

Dalam Sepekan Kasus COVID-19 Meningkat 30 Persen di Kota Depok
Ilustrasi - Warga berdiri di dekat maneken yang dipasangkan masker di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Depok, IDN Times - Penyebaran COVID-19 di Kota Depok, Jawa Barat terus meningkat akhir-akhir ini. Terhitung selama sepekan, kasus COVID-19 meningkat hingga 30 persen dari rata-rata kasus. 

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana, meminta agar peningkatan kasus ini menajdi perhatian semua masyarakat dan stake holder untuk melakukan pencegahan COVID-19 di Kota Depok.

Menurut Dadang, butuh penanganan sementara untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Depok. Dia pun menilai gagasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali sudah tepat untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

"Apabila parsial tidak akan selesai. Apabila segera dengan dilakukan pengetatan akan berpengaruh," ujar Dadang, Sabtu (9/1/2021).

1. Positivity rate atau persentase kasus positif di Kota Depok hingga 30 persen pada pekan ini

Ilustrasi Rapid Test Tim IDN Times (IDN Times/Herka Yanis)
Ilustrasi Rapid Test Tim IDN Times (IDN Times/Herka Yanis)

Dadang mengatakan, peningkatan kasus COVID-19 bukan hanya terjadi di Kota Depok, tapi juga di wilayah lain, khususnya Jawa dan Bali. Adapun di Kota Depok, positivity rate atau persentase kasus positif cukup tinggi hingga 30 persen pada pekan ini. Sedangkan Incidence rate-nya mencapai 78 persen untuk tingkat penularan.

"Kita positivity rate tinggi sampai 30 persen, untuk itu masyarakat diharapkan dapat disiplin protokol kesehatan," ujar Dadang.

Dia meminta, pada penerapan PPKM Jawa-Bali masyarakat mematuhi dan melaksanakan imbauan yang telah diberikan pemerintah pusat maupun Kota Depok. Hal ini demi kesehatan dan kemaslahatan masyarakat dan semua pihak.

2. Tiga Puskesmas tutup sementara

Ilustrasi Puskesmas Sotek, Kecamatan Penajam. IDN Times/Ervan Masbanjar
Ilustrasi Puskesmas Sotek, Kecamatan Penajam. IDN Times/Ervan Masbanjar

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok Enny Ekasari mengatakan, Pemerintah Kota Depok menutup sementara pelayanan tiga puskesmas. Hal itu dilakukan untuk dekontaminasi puskesmas dari penyebaran COVID-19.

"Saat ini terdapat tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19," terang Enny, Sabtu.

Dia menjelaskan, tiga puskesmas yang menutup pelayanan sementara yakni UPTD Puskesmas Pancoranmas, Puskesmas Jatijajar, dan Puskesmas Cilodong. Puskesmas tersebut ditutup dari 8 hingga 10 Januari 2021.

3. Ketiga puskesmas disemprot disinfektan untuk sterilisasi

Penyemprotan disinfektan oleh petugas di perumahan (IDN Times/Sunariyah)
Penyemprotan disinfektan oleh petugas di perumahan (IDN Times/Sunariyah)

Enny mengungkapkan, ketiga Puskesmas yang tutup sementara didekontaminasi dengan menyemprotkan disinfektan. Nantinya seluruh ruangan di puskesmas akan disemprot disinfektan untuk sterilisasi dari COVID-19, sehingga tenaga kesehatan tidak ada yang terpapar.

"Walaupun begitu ketiga puskesmas masih dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucap Enny.

Masyarakat yang ingin meminta pelayanan di ketiga puskesmas tersebut, kata Enny, dapat menghubungi hotline yang disediakan di puskesmas. Melalui nomor hotline puskesmas, masyarakat diberikan pelayanan oleh tenaga kesehatan puskesmas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Ukraina dan Suriah Akur Lagi, Saling Buka Kantor Kedutaan

09 Apr 2026, 01:32 WIBNews