Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Disarankan Cak Imin Gabung Jadi Kader Parpol Saja, Ini Reaksi Anies

Disarankan Cak Imin Gabung Jadi Kader Parpol Saja, Ini Reaksi Anies
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Anies Baswedan belum merespons saran Cak Imin soal pembentukan parpol baru, menyebut masih dalam kajian.
  • Cak Imin menyarankan Anies untuk bergabung ke partai yang sudah ada, mengingat tugas ketua umum parpol tidak mudah.
  • PKS membantah pernyataan Anies bahwa semua parpol tersandera oleh kekuasaan, siap mendukung Anies di Pilkada Jakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hanya berkomentar singkat soal saran dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, soal rencana pembuatan parpol baru. Ia tak ingin terburu-buru merespons wacana pembentukan parpol atau ormas baru tersebut. 

"Ya, kita lihat nanti (soal wacana pembentukan parpol)," ujar Anies di Pendopo Wisma Kagama, Yogyakarta pada Senin (9/9/2024). 

Ia menambahkan wacana pembentukan parpol atau ormas baru itu masih dalam kajian. Sehingga, ia belum bisa menyampaikan keputusan akhirnya. 

"Itu semua sedang dalam proses kajian. Nanti, begitu sudah ada arahnya pasti diumumkan," tutur dia. 

Muhaimin sebelumnya menyarankan agar Anies bergabung saja ke parpol yang sudah ada dan menjadi kader. Sebab, sangat sulit untuk membuat parpol baru. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengaku belum pernah mendengar secara langsung dari Anies bahwa dia akan membentuk partai politik. 

"Sampai hari ini saya belum pernah mendengar langsung dari Mas Anies ya soal apakah mau bikin partai atau tidak. Mas Anies juga belum pernah cerita. Tapi, saya ingetin aja, bikin partai itu gak mudah. Berat," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada 8 September 2024 lalu. 

  1. 1. Cak Imin sarankan Anies gabung saja ke parpol yang sudah ada

    Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ketika mengikuti pilpres Februari 2024. (IDN Times/Amir Faisol)
    Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ketika mengikuti pilpres Februari 2024. (IDN Times/Amir Faisol)

    Lebih lanjut, Cak Imin mengingatkan Anies bahwa tugas menjadi seorang ketua umum parpol juga bukan perkara mudah. Sebab, ada tugas berat yang harus ditanggung agar roda organisasi berjalan dengan baik. Sehingga, Cak Imin menyarankan agar Anies bergabung saja ke partai politik yang sudah ada dan menjadi kader. 

    "Saya saja sudah kapok. Berat banget. Jadi, daripada bikin partai ya ikut yang sudah ada saja. Tapi, gak tahu kalau kepingin dipanggil ketum. Ya, itu beda lagi," kata Cak Imin sambil tertawa. 

  2. 2. Anies menilai semua partai politik yang ada sekarang sudah disandera oleh penguasa

    Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambangi Kantor DPW PKB DKI Jakarta di kawasan Jakarta Timur (13/6/2024) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyambangi Kantor DPW PKB DKI Jakarta di kawasan Jakarta Timur (13/6/2024) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Sebelumnya, melalui akun media sosialnya, Anies menyebut semua partai politik yang ada di Tanah Air sudah tersandera oleh para pemegang kekuasaan. Sebagian pihak pun menduga itu alasan mengapa tidak ada satu pun parpol yang memberikan tiket kepada Anies untuk maju di Pilkada Jakarta 2024. 

    "Ada yang usul supaya saya masuk partai atau bikin partai politik. Nah gini, kalau masuk partai, pertanyaannya partai mana yang sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan. Nah, jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam. Agak berisiko juga bagi yang mengusulkan. Jadi ini adalah sebuah kenyataan nih," ujar Anies seperti dikutip dari YouTube pada 30 Agustus 2024 lalu. 

    Pernyataan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian ditanggapi secara luas oleh partai politik di Tanah Air. Salah satunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

    Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid membantah partai tempatnya bernaung disandera oleh penguasa. Menurutnya, bila Anies berhasil menggenapi empat kursi, maka ia akan bisa berlayar di Pilkada Jakarta. 

    "Ya saya gak tahu ya yang dimaksud Beliau partai-partai (tersandera) itu mana saja gitu? Kalau kami PKS dalam faktanya kami dulu mencalonkan Pak Anies tahun 2017. Tahun  2024, (PKS) mencalonkan Pak Anies lagi (sebelum RK-Suswono), dan kami tidak merasa tersandera," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada 3 September 2024. 

    Ia menambahkan bila putusan MK diumumkan pada 5 Agustus maka PKS bisa mengusung sendiri dan bakal mendukung Anies di Jakarta. 

    "Seandainya waktu itu Pak Anies memenuhi empat kursi, siapa yang tersandera? Nggak ada yang tersandera kan? Atau kalau misalnya MK membacakan keputusan, kan itu sebetulnya tanggal 1 Agustus (masih bisa dukung Anies). Tapi, MK kan bacakan keputusan tanggal 20 Agustus," tutur dia. 

  3. 3. Bila diambil keputusan buat parpol maka akan jadi gerakan yang berbeda

    Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika menerima dukungan dari ormas Bang Japar, 20 Juli 2024. (Dokumentasi media Anies Baswedan)
    Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika menerima dukungan dari ormas Bang Japar, 20 Juli 2024. (Dokumentasi media Anies Baswedan)

    Sementara, ketika diwawancarai oleh jurnalis senior, Najwa Shihab, mengaku belum tahu apakah bisa mendeklarasikan partai baru tersebut pada 20 Oktober, bersamaan dengan pembentukan pemerintahan baru. Namun, seandainya keputusan yang diambil adalah membentuk parpol, maka inisiatif tersebut harus membentuk gerakan baru. 

    "Jadi, ketika memilih sebuah jalan perjuangan maka kita akan disarankan bagaimana melewati itu semua sepenuh hati, sekuat tenaga, bersama orang-orang yang memiliki gagasan yang sama. Karena itu, saya yakin, bila keputusannya melakukan itu, saya rasa ada orang yang cukup banyak untuk memperjuangkan," ujar Anies yang dikutip dari YouTube Mata Najwa pada hari ini. 

    Ia menambahkan beberapa poin yang sedang dikaji Anies adalah logistik yang besar dan harus memiliki perwakilan parpol hingga ke tingkat kabupaten. Namun, soal kapan gerakan baru itu diluncurkan akan dirundingkan bersama-sama.

    Dorongan agar Anies membuat parpol baru sudah meluas ketika ia kalah di pilpres Februari 2024 lalu. Ia dianggap memiliki modal untuk membentuk parpol. Apalagi berdasarkan hasil pilpres, sudah ada 40 juta orang yang memilih paslon Anies-Muhaimin. 

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More