Kejagung Klaim Brownies untuk Amsal Sitepu Bagian Program Jaksa Humanis

- Kejagung menegaskan pemberian brownies kepada Amsal Sitepu merupakan bagian dari program Jaksa Humanis, bukan bentuk intimidasi seperti yang dituduhkan.
- Amsal mengaku menerima sekotak brownies dari jaksa yang memintanya mengikuti proses hukum dan tidak membuat keributan di media sosial.
- Dalam rapat dengan Komisi III DPR, Amsal menyatakan akan terus melawan dan berharap tak ada lagi anak muda dikriminalisasi seperti dirinya.
Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Agung merespons pernyataan terdakwa kasus dugaan korupsi penggelembungan anggaran, videografer Amsal Christy Sitepu, yang mengklaim dirinya diintimidasi jaksa.
Amsal mengaku sempat mendapatkan sekotak brownis dari seorang jaksa yang meminta agar dirinya mengikuti alur hukum, dan tidak perlu ribut-ribut di media sosial. Menurut Amsal, intimidasi itu terjadi di rumah tahanan tempat ia ditahan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna mengatakan pembagian brownis itu merupakan bagian dari program Jaksa Humanis.
“Terkait adanya pemberian kue, hanya programnya, katanya dalam rangka Jaksa Humanis. Tidak hanya yang bersangkutan, beberapa pun ada dikasih kok,” katanya di Kejagung, Senin (30/3/2026).
1. Kejagung klaim tak ada intimidasi

Anang mengklaim tidak ada intimidasi terhadap Amsal Sitepu. Hal tersebut berdasarkan Kajari Karo, Sumatra Utara.
“Kalau dari versi pengakuan Kajari, tidak pernah melakukan intimidasi. Gak ada,” ujarnya.
2. Amsal Sitepu mengaku mendapatkan brownis dari jaksa

Amsal Sitepu dalam rapat bersama Komisi III DPR RI pada hari ini, mengaku sempat mendapatkan sekotak brownis dari seorang jaksa, yang meminta agar dirinya mengikuti alur hukum dan tidak perlu ribut-ribut di media sosial.
"Tapi saya bilang saya gak takut, saya gak salah," katanya.
3. Amsal bakal tetap melawan

Amsal pun mengaku tidak ingin lagi ada anak muda di Indonesia yang dikriminalisasi seperti dirinya. Dia ingin agar dirinya menjadi pelaku ekonomi kreatif terakhir yang harus berurusan dengan hukum.
"Saya bilang tidak, saya akan tetap melawan. Walau pun saya tahu, banyak orang bilang kau akan dibenam, kalau kau melawan kau akan dibenam," kata dia.

















