KPK Geledah Kanwil BPN Jatim Buntut Kasus Anak Buah Nusron Wahid

KPK menggeledah Kantor Wilayah BPN Jawa Timur pada 24 September 2026 terkait penyidikan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan di Kementerian ATR/BPN.
Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan, dengan delapan tersangka dari internal ATR/BPN, perusahaan swasta, serta pihak yang diduga orang kepercayaan Menteri Nusron Wahid.
Dalam penyidikan perkara tersebut, KPK turut menyita uang senilai Rp106,3 miliar.
Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur. Penggeledahan ini terkait dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN yang menyeret anak buah Menteri Nusron Wahid.
"Penyidik kembali melakukan giat penggeledahan. Di mana penggeledahan hari ini dilakukan di Kanwil BPN Jawa Timur," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Kamis (24/9/2026).
"Saat ini penggeledahan masih berlangsung," lanjutnya.
Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan OTT. Dari tangkap tangan itu, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka, yakni:
1. Lampri (LMP) selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN;
2. Sontang Coin Manurung (SON) selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I
3. Adrianto Pitojo Adi (ADR) selaku Direktur Utama (Dirut) Summarecon;
4. Arif Sugiyanto (ARF) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
5. Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq (FEZ) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
6. Rizal Pahlevi (LEV) selaku pihak swasta;
7. Erwin (ERW) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid;
8. Muhammad Fakhry (MF) selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron
KPK juga turut menyita uang Rp106,3 miliar dalam kasus ini.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















