Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NasDem Doakan Jokowi Segera Bertaubat, Kenapa?

NasDem Doakan Jokowi Segera Bertaubat, Kenapa?
Anggota Dewan Pakar Timnas AMIN Saut Situmorang (kiri) Ketua DPP Partai NasDem Ahmad Effendi Choirie (kanan) dalam acara Gugub Bareng AMIN. (IDN Times/Amir Faisol)

Jakarta, IDN Times - Ketua DPP Partai NasDem Ahmad Effendy Choirie alias Gus Choi enggan menanggapi pernyataan Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang menyebut presiden boleh berkampanye politik. 

Menurutnya, percuma menanggapi sikap Jokowi yang sudah semakin di luar batas. Alih-alih menanggapi, ia hanya mendoakan supaya Jokowi segara bertaubat kembali ke jalan yang benar.

"Malas nanggapi presiden dzolim. percuma. kita doakan segera taubat," kata Gus Choi kepada IDN Times, saat dihubungi pada Rabu (24/1/2024).

  1. 1. Jokowi diminta berhenti cawe-cawe di Pemilu 2024

    Sudirman Said (IDN Times/Fauzan)
    Sudirman Said (IDN Times/Fauzan)

    Ketua Pelaksana Harian Timnas AMIN, Sudirman Said, mengimbau agar Presiden Jokowi berhenti cawe-cawe dan bersikap netral dalam Pemilu 2024. Apalagi, Jokowi termasuk tokoh Jawa Tengah yang budayanya dikenal adi luhung.

    Oleh sebab itu presiden diminta memberikan keteladanan kepada publik.

    "Saya ingin mengimbau pimpinan paling tinggi di negara ini, Presiden Republik Indonesia. Anda Pak Jokowi perlu menunjukkan keteladanan dengan bersikap netral dan menjunjung tinggi segala macam etik serta hukum. Maka, apapun hasil (dari pemilu) akan diterima oleh rakyat," ujarnya. 

    "Karena itu lewat forum ini di Jateng, di pusat kebudayaan yang sangat adi luhung, Pak Jokowi untuk menghentikan proses cawe-cawe. Biarkan pemilu ini berjalan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya," sambung Sudirman.

  2. 2. Jokowi sebut presiden boleh berkampanye politik

    Presiden Jokowi usai meresmikan Tol Limo Utama pada Senin (8/1/2024). (IDN Times/Triyan)
    Presiden Jokowi usai meresmikan Tol Limo Utama pada Senin (8/1/2024). (IDN Times/Triyan)

    Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, seorang presiden boleh berkampanye di tahun politik. Menurutnya, itu menjadi pilihan individu presiden.

    Menurut Kepala Negara selagi diperbolehkan oleh aturan perundang-undangan maka sah-sah saja seorang presiden berkampanye, tapi mau dilakukan atau tidak itu terserah bagi masing-masing individu. 

    "Semua itu peganganya aturan kalau aturan boleh silakan, kalau aturan boleh silakan kalau aturan tidak boleh tidak sudah jelas itu, jangan presiden tidak boleh (berkampanye), boleh berkampanye, boleh. Tapi kan dilakukan atau tidak dilakukan terserah individu masing-masing," ujar Jokowi. 

  3. 3. Boleh berkampanye tapi tak boleh gunakan fasilitas negara

    Presiden Jokowi usai meresmikan Tol Limo Utama pada Senin (8/1/2024). (IDN Times/Triyan)
    Presiden Jokowi usai meresmikan Tol Limo Utama pada Senin (8/1/2024). (IDN Times/Triyan)

    Jokowi mengatakan, presiden, menteri atau pejabat publik lainnya bisa berkampanye dengan catatan tidak menggunakan fasilitas negara.

    "Ya boleh saja saya kampenye, tapi yang penting tidak gunakan fasilitas negara," kata dia.

    Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

     

Related Articles

See More
NasDem Doakan Jokowi Segera Bertaubat, Kenapa?