Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo soal Alasan Buat Kopdes: Pasar Bisa Dimanipulasi Pemodal Besar

Prabowo soal Alasan Buat Kopdes: Pasar Bisa Dimanipulasi Pemodal Besar
Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir sampah di Kota Makassar. Istimewa
  • Presiden Prabowo menyatakan Kopdes Merah Putih dibangun untuk memperkuat ekonomi rakyat karena pasar dapat dimanipulasi atau dikendalikan pemodal besar.
  • Pemerintah telah mengoperasikan 10 ribu Kopdes, dengan 3.300 berjalan optimal, dan menargetkan 30 ribu koperasi berdiri serta beroperasi baik pada akhir 2026.
  • Kopdes diarahkan membantu negara menguasai rantai pasok dan menjadi jalur penyaluran barang subsidi, yang ditegaskan bukan untuk diperdagangkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden RI, Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintah membangun Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, koperasi diperlukan untuk memperkuat ekonomi rakyat karena mekanisme pasar dapat dimanipulasi hingga dikendalikan oleh pihak yang memiliki modal besar.

Prabowo menegaskan, pemerintah tidak bermaksud menolak sistem pasar. Namun, menurutnya, pasar tidak selalu berjalan secara adil karena dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu.

"Kita tidak antipasar, tidak bisa kita antipasar. Ekonomi adalah didasarkan atas bergeraknya pasar. Tapi pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar," kata dia dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Karena itu, Prabowo menilai rakyat perlu dibantu dan diorganisir melalui koperasi. Dia ingin Kopdes Merah Putih menjadi instrumen untuk memperkuat posisi masyarakat dalam aktivitas ekonomi.

"Dan karena itu rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui koperasi. Koperasi yang dibantu, koperasi yang diperkuat, koperasi yang diberdayakan," ujarnya.

Prabowo mengatakan, pemerintah telah mendirikan dan mengoperasikan 10 ribu Kopdes Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.300 koperasi disebut telah beroperasi secara optimal.

Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu Kopdes Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik pada akhir 2026. Menurut Prabowo, keberadaan Kopdes Merah Putih juga diarahkan untuk membuat negara memiliki kendali terhadap rantai pasok. Dia menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang baru dilakukan dalam sejarah Indonesia sejak menerima kedaulatan.

"Dengan koperasi merah putih ini, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, dari sejak kita menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri, sehingga tidak bisa kita dipermainkan oleh saudagar-saudagar yang hendak mempermainkan pasar," kata dia.

Prabowo juga memastikan barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih. Menurutnya, barang subsidi tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas dagangan karena berasal dari uang rakyat dan ditujukan untuk rakyat.

"Semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih, sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan," tegasnya.

"Subsidi adalah uang rakyat, barang yang disubsidi disubsidi oleh uang rakyat untuk rakyat, dan bukan dagangan," sambung Prabowo.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More