Prabowo Mau Bangun Armada Kapal Ikan Modern, Butuh Belasan Ribu Kapal

- Pemerintah berencana membangun armada kapal ikan modern untuk mengoptimalkan perikanan nasional, dengan kebutuhan mencapai belasan ribu kapal.
- Pada 2027, pemerintah menargetkan mulai membangun 1.582 kapal modern demi memperkuat manfaat kekayaan laut bagi nelayan Indonesia.
- Prabowo menyoroti nilai perikanan sekitar 34 miliar dolar AS per tahun; 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah dibangun dengan target 1.386 berfungsi akhir 2026.
Jakarta, IDN Times - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan pemerintah berencana membangun armada kapal ikan modern untuk mengoptimalkan potensi perikanan Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan belasan ribu kapal ikan untuk memperkuat industri perikanan nasional.
Prabowo mengatakan pembangunan armada kapal ikan modern menjadi tantangan besar yang harus mulai dikerjakan pemerintah. Dia menargetkan pembangunan kapal ikan modern mulai direalisasikan pada 2027.
"Kita juga harus membangun armada kapal ikan yang modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat, tapi kita harus mulai," kata dia dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan pada tahap awal pemerintah menargetkan pembangunan 1.582 kapal ikan modern pada 2027.
"Pada tahun 2027 yang akan datang, kami menargetkan akan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern," ujarnya.
Prabowo menilai penguatan armada kapal ikan penting untuk memastikan kekayaan laut Indonesia dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya nelayan. Menurutnya, potensi sektor perikanan Indonesia sangat besar. Nilai perikanan Indonesia disebut mencapai sekitar 34 miliar dolar AS setiap tahun. Namun, Prabowo menyebut hanya sekitar lima persen dari nilai tersebut yang saat ini dapat dinikmati Indonesia.
"Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 miliar dolar; baru sekitar lima persen yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita," kata dia.
Prabowo pun menyoroti besarnya potensi ekonomi yang hilang akibat aktivitas kapal asing tanpa izin. Dia menggambarkan kerugian tersebut berlangsung setiap hari karena kekayaan laut Indonesia belum sepenuhnya dikelola untuk kepentingan nasional.
"Bayangkan berapa nilai kita yang hilang setiap hari, tiap malam," ujarnya.
Selain pembangunan armada kapal ikan, pemerintah juga mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Prabowo menyebut Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin, bengkel, hingga fasilitas pengolahan hasil laut.
Kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan perumahan dan fasilitas sosial bagi masyarakat.
"Hari ini 100 kampung nelayan telah kita bangun. Target kita 1.386 kampung nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026," tutur Prabowo.
Dia menegaskan laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran bagi nelayan dalam negeri. Karena itu, pembangunan infrastruktur kampung nelayan dan armada kapal ikan modern diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya lautnya sendiri.








