Prabowo Kaget Banyak BUMN Punya Cucu hingga Cicit Perusahaan

- Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola BUMN yang dinilai bermasalah, termasuk perusahaan yang bekerja seenaknya dan tidak bertanggung jawab kepada negara.
- Setelah pembentukan Danantara sebagai dana kedaulatan Indonesia, pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN beserta struktur anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
- Prabowo mengaku terkejut karena sebelumnya memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan, jauh di bawah temuan pemerintah.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyentil tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilainya masih bermasalah. Prabowo menyoroti banyaknya BUMN yang memiliki anak, cucu, bahkan cicit perusahaan, tetapi dalam praktiknya masih ada yang bekerja seenaknya.
Prabowo mengungkap temuan tersebut setelah pemerintah membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund atau dana kedaulatan Indonesia. Saat itu, pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN.
"Ketika kita bentuk Danantara, yaitu adalah dana kedaulatan kita, Sovereign Wealth Fund, kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN. Dan BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, dan ada yang punya cucu perusahaan, bahkan ada yang punya cicit perusahaan," kata dia dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengaku terkejut dengan jumlah tersebut. Sebelumnya, dia memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan.
"Ini luar biasa. Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400, (ternyata) 1.074!" ujarnya.
Menurut Prabowo, persoalan tidak berhenti pada struktur perusahaan yang berlapis. Dia menilai terdapat BUMN yang menjalankan aktivitasnya tanpa tanggung jawab kepada negara dan bangsa.
"Dan BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini," kata dia.









