Thailand Bersiap Sambut Ribuan Pelaut USS Abraham Lincoln

- Pattaya menyiapkan sekitar 600 petugas dan 40 bus untuk menyambut ribuan pelaut serta marinir USS Abraham Lincoln yang singgah setelah lebih dari 270 hari bertugas di laut.
- Kunjungan kapal induk AS diperkirakan menggerakkan ekonomi Pattaya hingga 100 juta baht saat low season, dengan pemerintah meminta usaha lokal menerapkan harga wajar.
- Aparat ditempatkan di lokasi ramai untuk menjaga ketertiban dan menindak pelanggaran, sementara USS Abraham Lincoln menjadikan Thailand sebagai persinggahan terakhir sebelum kembali ke AS.
Jakarta, IDN Times – Kota resor Pattaya menyiapkan penyambutan bagi ribuan pelaut dan marinir dari kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, yang tiba setelah bertugas lebih dari 270 hari tanpa henti di laut. Dilansir France 24, Gubernur Provinsi Narit Niramaiwong mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa sekitar 600 petugas telah disiagakan untuk menjaga keamanan sekaligus membantu kebutuhan para personel selama kunjungan.
Kapal perang terbesar Angkatan Laut AS itu menjalani pengerahan panjang sebagai bagian dari penugasan di Timur Tengah setelah konflik dengan Iran, sementara sebelumnya beroperasi di Laut China Selatan sejak berangkat dari California pada November 2025. Dilansir The Guardian, penempatan yang mencatat durasi rekor tersebut sempat menuai kritik di AS usai muncul laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan dan kesehatan mental prajurit di kapal, termasuk percobaan bunuh diri, meski Presiden AS Donald Trump menganggap kekhawatiran itu berlebihan dan menyebut masa tugas tersebut belum terlalu lama.
1. Pemerintah kota siapkan transportasi personel menuju Pattaya

Kapal induk USS Abraham Lincoln (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Clint Davis, public domain, via Wikimedia Commons) USS Abraham Lincoln dijadwalkan merapat di Pelabuhan Laem Chabang pada Rabu (2/9/2026) dini hari, dengan 40 bus yang disiapkan untuk membawa personel secara bergantian ke Pattaya hingga Minggu (30/8/2026). Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya menyebut pemerintah kota memprioritaskan keselamatan serta memastikan para tamu militer memperoleh harga yang wajar selama beristirahat di kawasan tersebut.
Kunjungan tersebut diperkirakan menggerakkan perekonomian lokal hingga 100 juta baht Thailand (Rp53,3 miliar) di tengah periode low season, dengan pelaku usaha menjadi penerima manfaatnya. Di sisi lain, Poramase menyatakan seluruh anggota dinas dilarang keras mengikuti kegiatan rekreasi berisiko, termasuk parasailing dan jet ski, serta mengonsumsi ganja yang telah dilegalkan di Thailand sejak 2022.
2. Pattaya menjaga ketertiban bagi personel militer AS

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri) Pattaya telah memiliki hubungan panjang dengan militer AS sejak era Perang Vietnam pada 1960-an, ketika kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai desa nelayan sepi mulai berkembang menjadi lokasi istirahat dan rekreasi bagi tentara. Terkait kabar razia pekerja seks di kawasan nightlife menjelang kedatangan kapal induk, Poramase membantah kepada AFP bahwa penertiban tersebut berkaitan langsung dengan kehadiran personel militer AS.
Pemerintah daerah meminta pemilik usaha setempat tak menetapkan harga terlalu tinggi kepada para pelaut yang berlibur di Pattaya. Kepala Polisi Kota Pattaya, Anek Srathongyoo, menyampaikan bahwa aparat telah ditempatkan di sejumlah lokasi ramai, termasuk Walking Street dan kawasan pantai, untuk menjaga ketertiban serta menindak secara hukum anggota militer yang terbukti melanggar aturan setempat.
3. Pelaku usaha menyambut kedatangan prajurit AS

ilustrasi wisatawan asing di Thailand (pexels.com/David Egon) Kedatangan ribuan prajurit AS mendapat sambutan positif dari pemilik usaha lokal yang merasakan dampak perlambatan ekonomi akibat dinamika geopolitik global. Bualuang Ponok, seorang karyawan bar setempat, mengaku belum yakin seluruh kru kapal akan datang ke tempatnya meski menyambut baik rencana kunjungan tersebut.
Nicko, pemilik bar go-go asal Prancis, juga menyambut peluang bisnis dari kedatangan para personel militer AS.
“Kami senang mendapatkan bisnis dari siapa pun,” katanya kepada AFP.
“Kami harus berhati-hati karena seperti yang kita tahu, hal-hal bisa lepas kendali jika alkohol terlibat,” tambahnya.
Kunjungan USS Abraham Lincoln ke Thailand menjadi persinggahan terakhir kapal tersebut sebelum kembali ke pangkalannya di AS. Posisi kapal di Timur Tengah telah digantikan USS George Washington pada Agustus.





















