Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polisi Usut Kasus Ayah di Jakut Banting Anaknya hingga Tewas

Polisi Usut Kasus Ayah di Jakut Banting Anaknya hingga Tewas
Ilustrasi jasad. (IDN Times/Mardya Shakti)

Jakarta, IDN Times - Polisi mendalami kasus penganiayaan yang dilakukan ayah berinisial U (44), kepada anaknya, K (11), di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Akibat peristiwa itu, K meninggal di sebuah rumah sakit di kawasan Teluk Gong.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, perbuatan keji U terekam kamera circuit closed television (CCTV) di lokasi kejadian. Video rekaman itu bahkan viral di media sosial.

Gidion menyebut, dalam rekaman video itu, terlihat U marah dan tak bisa mengontrol emosinya.

“Mungkin pada kondisi emosional yang akut ya, kami mendalami lagi apa latar belakang persoalan yang sebelum peristiwa terjadi," kata dia dalam keterangannya, Jumat (15/12/2023).

1. K ditegur tetangga dan ayahnya lakukan kekerasan

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes. Pol. Gidion Arif Setyawan (Dok. Istimewa)
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes. Pol. Gidion Arif Setyawan (Dok. Istimewa)

Gidion menjelaskan, U tak kuasa menahan emosi karena melihat K ditegur salah satu tetangganya. Setelah melihat tetangga menegur anaknya, U mencari K.

Saat menemukan anaknya, U memarahi K. Ayah empat anak tersebut juga memukul dan menendang K yang merupakan anak ketiganya itu.

2. Sempat ditendang, dipukul, dan dibanting

ilustrasi kekerasan (IDN Times/Nathan Manaloe)
ilustrasi kekerasan (IDN Times/Nathan Manaloe)

Penganiayaan itu terjadi pada siang hari, sekitar pukul 14.00 WIB. Ibu korban, H, sedang tidak di rumah saat penganiayaan itu terjadi.

Seorang pengurus RT 002/RW 017 Penjaringan Abdul Rahman mengatakan, U sempat memukul dan menendang K hingga terjatuh. Setelah itu, sang ayah mengangkat anaknya itu.

"Setelah itu tampak diangkat sama ayahnya, dikira mau di bawa ke rumah. Enggak menyangka ibu-ibu pas itu lihat dia dibanting," kata Abdul Rahman dikutip dari ANTARA, Jumat (15/12/2023).

3. Meninggal usai di bawa ke rumah sakit

Petugas inafis memasukan jenazah seorang pengunjung Mal Paragon Semarang ke dalam ambulans. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Petugas inafis memasukan jenazah seorang pengunjung Mal Paragon Semarang ke dalam ambulans. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

U sempat melarikan anaknya ke rumah sakit karena tak sadarkan diri usai dianiaya. Namun, K tak bisa diselamatkan. Anak tersebut meninggal di sebuah rumah sakit di kawasan Teluk Gong pada Rabu (13/12/2023).

K merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Bocah itu diketahui putus sekolah. Sementara ayahnya, U, berprofesi sebagai buruh panggul di kawasan Muara Baru.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lia Hutasoit
EditorLia Hutasoit
Follow Us

Latest in News

See More

Ukraina dan Suriah Akur Lagi, Saling Buka Kantor Kedutaan

09 Apr 2026, 01:32 WIBNews