Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Ngaku Nikmati Hoaks yang Menguntungkan Dirinya

Prabowo Ngaku Nikmati Hoaks yang Menguntungkan Dirinya
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Prabowo mengakui tidak mempermasalahkan hoaks yang menguntungkan dirinya, bahkan mencontohkan video AI yang menirukan suaranya bernyanyi dan pidato dalam berbagai bahasa.
  • Dalam rapat kerja pemerintah, Prabowo berpesan agar jajarannya waspada terhadap fitnah dan hoaks serta terbuka menerima kritik sebagai bentuk introspeksi diri.
  • Prabowo menyebut sifat keras kepala penting dimiliki pemimpin, menegaskan bahwa keteguhan sikap dibutuhkan untuk mempertahankan prinsip dan kedaulatan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengakui tak masalah apabila ada hoaks yang menguntungkan dirinya. Hal itu Prabowo sampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Mulanya, Prabowo berpesan adu domba kini bisa terjadi di mana saja, termasuk di media sosial. Mulai dari fitnah, hoaks hingga caci maki.

Mantan Menteri Pertahanan itu juga kerap menjadi sasaran hoaks di media sosial. Salah satunya, Prabowo menceritakan pernah ada video yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI).

"AI bisa membuat seorang dia bicara yang dia tidak bicara, saya sering itu. Saya ini suara saya jelek ndak bisa nyanyi, ada di YouTube, Prabowo nyanyi, suara saya bagus banget, saya kaget, boleh juga nih kalau menguntungkan! Boleh, kalau tidak bagaimana?" ujar Prabowo.

"Ada lagi saya pidato dalam bahasa Mandarin, ada lagi saya pidato dalam bahasa Arab, karena waktu itu kampanye. Saya kira di daerah tapal kuda menguntungkan, ini jadi saya diem juga. Kalau menguntungkan kita diem," sambungnya.

1. Prabowo berpesan agar tidak mudah membuat hoaks

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prabowo kemudian berpesan kepada jajarannya untuk menerima koreksi dan kritik dari masyarakat. Prabowo juga mengaku kerap dianggap bodoh di media sosial. Oleh karena itu, Prabowo juga berpesan kepada semua pihak agar tidak mudah membuat hoaks.

"Waspada, nanti kita terima koreksi-koreksi itu, kalau kita difitnah, dihujat anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada. Prabowo bodoh, wah saya harus waspada kalau saya bodoh! Saya harus kumpulin orang-orang pinter bantu saya," kata dia.

2. Prabowo tak masalah dianggap keras kepala

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prabowo juga menceritakan kerap dianggap keras kepala. Dia mengaku tak masalah dengan anggapan itu.

"Yang terakhir, itu Prabowo keras kepala. Kalau saya dibilang keras kepala, iya, saya harus terima itu sebagai.. Saya harus pegang kepala saya ini keras ndak atau harus apa?" ujar dia.

3. Pemimpin itu perlu memiliki sifat keras kepala

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan kepada menteri, kepala badan, wakil menteri hingga pejabat eselon I di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prabowo mengatakan, seorang pemimpin harus memiliki sifat keras kepala. Dia kemudian menganalogikan dengan para pejuang yang mempertahankan negaranya dengan keras.

"Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan, sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang Iran keras kepala, bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisi. Terakhir apa itu, saya tidak ikut politik negara lain, tapi bagi sebuah bangsa kadang-kadang keras kepala butuh. Dulu bapak-bapak pendiri bangsa keras kepala, lebih baik mati daripada dijajah kembali. Keras kepala tidak mau kita dijajah lagi! Keras kepala pemimpin-pemimpin kita, keras kepala, Merah Putih harga mati! Gak ada itu urusan!" kata Prabowo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More