Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RSUD Kota Bima Naik Tipe, Kasus KJSU Dominasi Rujukan Daerah

RSUD Kota Bima Naik Tipe, Kasus KJSU Dominasi Rujukan Daerah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
  • RSUD Kota Bima resmi naik dari tipe D ke tipe C dengan fokus memperkuat layanan KJSU dan KIA, termasuk penambahan fasilitas cathlab, hemodialisa, serta CT-scan.
  • Keterbatasan alat dan kapasitas rawat inap masih jadi kendala utama, membuat beberapa pasien KJSU tetap harus dirujuk ke Mataram setiap pekan.
  • Pemerintah pusat melalui Kemenkes menyiapkan dukungan alat kesehatan bernilai puluhan miliar agar rumah sakit bisa beroperasi penuh pada Agustus 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

NTB, IDN Times – Pembangunan fasilitas baru di RSUD Kota Bima diarahkan untuk memperkuat layanan penyakit prioritas, terutama kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU), seiring tingginya kasus penyakit tersebut di Bima. Selama ini, keterbatasan alat dan tenaga medis membuat banyak pasien harus dirujuk ke Mataram, dengan waktu tempuh 14 hingga 16 jam melalui jalur laut.

Direktur RSUD Kota Bima, Fathurrahman, mengatakan rujukan kasus KJSU masih menjadi tantangan utama layanan kesehatan daerah. Kondisi geografis membuat proses rujukan berisiko tinggi bagi pasien.

"Karena kasus-kasus ini yang paling sering kita rujuk ke provinsi dan membutuhkan perjalanan 14-16 jam melewati laut. Sehingga kadang-kadang pasien tidak selamat di jalan, makanya kita sangat antusias mengembangkan layanan KJSU-KIA di Kota Bima ini,” ujarnya, Jumat, 27 Februari 2026.

1. Penguatan layanan KJSU dan KIA

RSUD Kota Bima Naik Tipe, Kasus KJSU Dominasi Rujukan Daerah
Direktur RSUD Kota Bima dr. H. Fathurrahman. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Peningkatan status rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C dilakukan melalui penguatan layanan KJSU dan kesehatan ibu dan anak (KIA). Pengembangan fasilitas mencakup layanan handling sitotoksik, cathlab, uro-nefrologi, hemodialisa, hingga CT-scan yang sebelumnya belum tersedia.

"Yang jelas, saat ini di rumah sakit yang baru ini perubahannya adalah dilayanan KJSU yang akan kita kembangkan di rumah sakit baru ini, yang selama ini memang tidak kita miliki di rumah sakit yang lama," katanya.

2. Memang masih ada keterbatasa tempat tidur

RSUD Kota Bima Naik Tipe, Kasus KJSU Dominasi Rujukan Daerah
Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Fathurrahman menyebut hampir setiap pekan masih terdapat pasien KJSU yang harus dirujuk, karena keterbatasan penanganan.

"Mungkin hampir seminggu itu dua kasus KJSU kita rujuk ke Mataram, ke provinsi," ujarnya.

Selain alat kesehatan, kapasitas rawat inap juga masih terbatas. Saat ini, RSUD Kota Bima hanya memiliki 100 tempat tidur, sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 170 tempat tidur.

3. Dukungan alat kesehatan di RSUD Kota Bima

RSUD Kota Bima Naik Tipe, Kasus KJSU Dominasi Rujukan Daerah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah setempat. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan dukungan alat kesehatan bernilai puluhan miliar rupiah untuk menunjang layanan penyakit prioritas akan disiapkan di RSUD Kota Bima. Rumah sakit ini akan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.

"Dengan adanya rumah sakit ini, kalau ada penyakit stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu anak harusnya bisa selesai dirawat di sini. Yang penting ada alatnya dan ada dokternya. Saya cek alatnya nanti akan berdatangan bertahap. Ini nilainya puluhan miliar ya. Nanti mudah-mudahan akan selesai di bulan Juni ya," katanya.

4. Kebutuhan penanganan kasus jantung

RSUD Kota Bima Naik Tipe, Kasus KJSU Dominasi Rujukan Daerah
Suasana fasilitas layanan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam program peningkatan kelas rumah sakit pemerintah daerah. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Kondisi kebutuhan penanganan kasus jantung juga tercermin dari pengalaman pasien yang menjalani perawatan di fasilitas RSUD Kota Bima yang lama. Riza, 24 tahun, pasien penyakit jantung, menilai pelayanan tenaga kesehatan sudah responsif. Dia menyebut proses pemantauan kondisi jantung dilakukan secara intensif selama perawatan.

“Sudah dipasangin monitor. Dipasangi oksigen. Semuanya sih mengenai jantungnya," katanya.

Hal serupa disampaikan Anggita Putri, 27 tahun, yang telah dirawat hampir sepekan akibat keluhan jantung. Menurutnya, fasilitas yang ada sudah membantu, namun peningkatan layanan tetap diperlukan agar penanganan lebih lengkap. Dia mengaku butuh fisioterapi, karena memang banyak berbaring.

“Iya, ditingkatkan semoga ada fisioterapinya, biar bisa, soalnya gak bisa itu, berat di belakang, nih. Di belakang ini," ujar Anggita seraya menunjukkan punggunggnya.

Pengalaman Riza dan Anggita menjadi gambaran kebutuhan layanan KJSU di Kota Bima, sekaligus memperkuat alasan percepatan peningkatan fasilitas rumah sakit, agar rujukan jarak jauh dapat ditekan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More