Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus, Tak Ada Tradisi Pakaian Adat

- MPR menetapkan Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD berlangsung pada 14 Agustus 2026, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.
- Agenda sidang mencakup pidato Ketua MPR dan Ketua DPD, dilanjutkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto serta laporan kinerja lembaga-lembaga negara.
- Peserta tahun ini mengenakan pakaian sipil lengkap, bukan pakaian adat. MPR mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden melalui undangan langsung, namun kehadiran belum dipastikan.
Jakarta, IDN Times - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia telah menetapkan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, serta DPD digelar pada Jumat (14/8/2026). Sidang tersebut akan diawali dengan pidato Ketua MPR dan Ketua DPD, hingga Presiden Prabowo Subianto yang juga dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan, sekaligus memaparkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara.
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno mengungkapkan adanya perubahan konsep busana pada Sidang Tahunan tahun ini. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang mengusung pakaian adat, kali ini peserta akan mengenakan pakaian sipil lengkap.
"Enggak, kita pakai ini pakaian sipil lengkap untuk laki-laki, untuk perempuan menyesuaikan," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Sidang Tahunan MPR merupakan agenda kenegaraan yang rutin digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda tersebut biasanya dihadiri Presiden, Wakil Presiden, pimpinan lembaga negara, anggota DPR, DPD, MPR, para duta besar negara sahabat, serta para mantan presiden dan mantan wakil presiden yang memenuhi undangan.
Eddy mengatakan, Sidang Tahunan MPR RI akan mengundang seluruh Presiden dan Wakil Presiden terdahulu. Meski demikian, hingga saat ini MPR belum dapat memastikan siapa saja yang akan hadir karena undangan resmi masih dalam proses pengiriman. Dia menjelaskan, penyampaian undangan akan dilakukan secara langsung oleh pimpinan MPR sebagai bentuk penghormatan kepada para mantan kepala negara dan wakil kepala negara.
"Semuanya akan kami undang dan seperti biasa kami lakukan, biasanya di antara pimpinan nanti ada yang keliling untuk menyampaikan itu secara langsung itu bentuk penghormatan kepada para mantan kepala negara dan wakil kepala negara," kata Politikus PAN itu



















