TOP 5: Aksi Greenpeace di HI hingga Nusron Wahid ke Luar Negeri

- Imigrasi mengonfirmasi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid melakukan perjalanan dinas ke Singapura dan Malaysia saat KPK menangani dugaan korupsi penerbitan sertifikat tanah di Bogor.
- BEM UI berdemonstrasi di Tugu Tani tanpa almamater untuk menghindari penyekatan, sementara polisi menyelidiki aksi enam aktivis Greenpeace yang memanjat Tugu Selamat Datang.
- Polisi menahan anggota yang diduga menembak rekan di Pondok Cabe dan menjadwalkan pemeriksaan kejiwaan; DPR akan memanggil KPU-Bawaslu terkait dugaan pasal selundupan PKPU.
Jakarta, IDN Times - Isu dinamika politik dan peristiwa kriminal menghiasi pemberitaan terkini di Tanah Air. Sejumlah topik hangat mulai dari aksi membentangkan spanduk di Bundaran HI hingga perkembangan kasus hukum yang menyeret Menteri Nusron Wahid menyedot perhatian pembaca sepanjang Selasa, 20 Oktober 2026.
Berikut kami rangkum lima berita terpopuler yang paling banyak dibaca. Informasi komprehensif disajikan secara ringkas untuk memastikan kamu tidak ketinggalan kabar penting sepanjang hari ini, yang terangkum dalam #IndonesiaHariIni.
1. Imigrasi Benarkan Nusron Wahid ke Malaysia dan Singapura
Direktorat Jenderal Imigrasi mengonfirmasi keberadaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang melakukan perjalanan dinas ke Singapura dan Malaysia. Keberangkatan tersebut menjadi perhatian publik, setelah sang menteri dikabarkan tidak menghadiri panggilan pemeriksaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus korupsi penerbitan sertifikat tanah.
Pihak imigrasi menjelaskan bahwa penerbangan dilakukan melalui Batam dengan pendampingan sejumlah petugas. Kasus yang ditangani lembaga antirasuah ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) mengenai pengurusan perpanjangan serta pemecahan Hak Guna Bangunan menjadi Sertifikat Hak Milik di Kabupaten Bogor.
2. BEM UI Demo di Tugu Tani Pakai Pola Baru Tanpa Almamater
Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, dengan mengusung strategi pergerakan baru. Para peserta aksi sengaja tidak mengenakan jaket almamater khas kampus, untuk menghindari pemetaan awal dan penyekatan dari aparat keamanan di jalan.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh massa aksi dapat berkumpul secara efisien di titik lokasi yang telah ditentukan. Dalam aksinya, para mahasiswa menyuarakan berbagai tuntutan kritis terkait kebijakan pemerintah serta kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini.
3. Polisi Periksa CCTV Cek Cara Pendaki Greenpeace Panjat Tugu Selamat Datang
Aparat kepolisian mendalami aksi aktivis Greenpeace yang memanjat Tugu Selamat Datang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sejak subuh. Penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, guna mengetahui metode serta jalur yang digunakan enam pemanjat itu untuk menerobos pengamanan lokasi ikonik tersebut.
Aksi pembentangan spanduk raksasa yang menyoroti isu krisis iklim dan ekonomi ini sempat menyedot perhatian warga dan pengguna jalan. Setelah berlangsung beberapa saat, petugas gabungan akhirnya menurunkan spanduk tersebut serta mengamankan para aktivis untuk dimintai keterangan lebih lanjut di kantor polisi.
4. Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Tersangka Ditahan Kejiwaan Dicek
Insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota kepolisian terjadi di kawasan Pondok Cabe, Pamulang. Pihak kepolisian bergerak dengan menahan pelaku penembakan serta melakukan proses hukum intensif, guna mengungkap latar belakang penyerangan yang melibatkan personel internal tersebut.
Selain penahanan fisik, tim penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka secara komprehensif. Langkah pemeriksaan medis psikologis ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan, sekaligus mengetahui kondisi mental pelaku saat peristiwa penembakan terjadi.
5. DPR Akan Panggil KPU-Bawaslu Dalami Dugaan Pasal Selundupan di PKPU
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merencanakan pemanggilan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu RI) dalam waktu dekat. Agenda rapat dengar pendapat ini difokuskan untuk mendalami munculnya indikasi pasal selundupan dalam Peraturan KPU (PKPU) yang memicu polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Anggota parlemen menilai keberadaan klausul yang berpotensi menyimpang tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka, agar pelaksanaan tahapan pemilu tetap berjalan transparan dan akuntabel. Pemanggilan ini diharapkan mampu menyelesaikan perbedaan penafsiran aturan antara penyelenggara pemilu dan pembuat undang-undang.
























