Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Larangan Bacapres saat Safari Politik: Jangan Ajak Milih!

Larangan Bacapres saat Safari Politik: Jangan Ajak Milih!
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia buka suara soal maraknya safari politik yang sudah mulai dilakukan sejumlah bakal calon presiden (bacapres). Mereka mengatakan sah-sah saja itu dilakukan, namun harus mengikuti koridor tertentu.

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menyatakan Bacapres boleh saja melakukan safari politik. Namun, mereka dilarang untuk memulai ajakan memilih.

“Sepanjang tidak ada ajakan mengajak untuk memilih yang bersangkutan, ya tidak ada kemudian melanggar,” kata dia saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2023).

1. Sebatas perkenalan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Bagja menuturkan, dalam aturan yang ada saat ini, tak ada batasan bagi Bacapres untuk bersilaturahmi lewat safari politik. Hanya saja, mereka harus sadar itu hanya sebatas perkenalan.

"Kan tidak boleh kami membatasi perkenalan dan silaturahmi siapa yang mau maju, ya silakan. Capres mau maju silakan," jelas dia. 

2. Bacapres diimbau jaga kondusivitas

ilustrasi Calon Presiden (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi Calon Presiden (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain dilarang mengajak, Bacapres juga diingatkan Bagja untuk menghormati tempat-tempat tertentu. Dia menegaskan, agar Bacapres tak melakukan pendekatan di lokasi strategis seperti tempat ibadah, kantor peerintahan, dan lainnya.

"Kami harapkan tadi, untuk menjaga kondusivitas, jadi tidak melakukan pendekatan di tempat ibadah. Sosialisasi tidak dilakukan di tempat ibadah, fasilitas pemerintah, dan itu yang dilakukan dalam konteks yang bersangkutan sebagai capres," tutur Bagja.

3. Capres dan Cawapres definitif belum ditetapkan

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja (IDN Times/Aryodamar)
Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja (IDN Times/Aryodamar)

Sampai sekarang, dijelaskan Bagja, silaturahmi dan kunjungan yang ada belum masuk ke dalam kampanye. Sebab, Capres dan Cawapres definitif belum ditetapkan. 

"Kan Capres belum ada ya. Jadi, yang ingin menjadi Capres oleh partai tertentu kan belum ditetapkan sampai saat ini, Oktober kan siapa Capres dan Cawapres yang ditetapkan KPU," ujarnya.

Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yosafat Diva Bayu Wisesa
EditorYosafat Diva Bayu Wisesa
Follow Us

Latest in News

See More

Ukraina dan Suriah Akur Lagi, Saling Buka Kantor Kedutaan

09 Apr 2026, 01:32 WIBNews