Inggris Kucurkan Tambahan Bantuan Rp241,8 Triliun untuk Ukraina

- Inggris mengumumkan paket bantuan ekonomi dan militer lebih dari 10 miliar pound sterling atau Rp241,8 triliun untuk Ukraina, guna menopang ketahanan Kyiv menghadapi serangan Rusia menjelang musim dingin.
- Bantuan mencakup 7 miliar pound selama tiga tahun, tambahan kapasitas UK Export Finance 3 miliar pound, serta dana darurat 500 juta pound untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina.
- Paket terbesar London untuk Kyiv ini disambut Volodymyr Zelensky; total komitmen bantuan Inggris kini mencapai 35 miliar pound, termasuk 16 miliar pound bagi sektor militer.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris mengumumkan paket bantuan ekonomi dan militer tambahan senilai 10 miliar pound sterling atau setara Rp241,8 triliun (kurs Rp24.180) untuk Ukraina pada Rabu (28/10/2026). Komitmen bantuan terbesar dari London tersebut dirancang untuk menopang ketahanan ekonomi serta memperkuat pertahanan Kyiv menghadapi serangan Rusia menjelang musim dingin.
Paket dukungan tersebut mencakup pinjaman, jaminan pembiayaan ekspor, serta alokasi darurat untuk memperkuat sistem pertahanan udara. Kepastian pemberian bantuan ini disampaikan langsung oleh otoritas Inggris kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjelang pertemuan kabinet di London.
1. Rincian alokasi ekonomi dan pertahanan udara

Angkatan Bersenjata Ukraina (President Of Ukraine, CC0, via Wikimedia Commons) Paket bantuan yang secara keseluruhan bernilai lebih dari 10 miliar pound sterling atau lebih dari Rp241,8 triliun tersebut terbagi ke dalam sejumlah alokasi penting. Komponen ekonomi mencakup dana sebesar 7 miliar pound sterling atau setara Rp169,26 triliun yang disalurkan dalam jangka waktu tiga tahun. Selain itu, pemerintah Inggris menambah kapasitas lembaga pembiayaan ekspor UK Export Finance sebesar 3 miliar pound sterling atau setara Rp72,54 triliun guna memprioritaskan pengiriman perlengkapan militer.
London juga mengalokasikan bantuan militer darurat senilai 500 juta pound sterling atau setara Rp12,09 triliun. Sebagaimana dilaporkan Kyiv Post, alokasi khusus ini diarahkan untuk menutup celah mendesak pada sistem pertahanan udara Ukraina pada musim dingin ini. Dukungan ekonomi tersebut turut mencakup penjaminan Bank Dunia hingga 5,5 miliar pound sterling atau setara Rp132,99 triliun, serta kontribusi 500 juta pound sterling atau setara Rp12,09 triliun untuk fasilitas krisis Bank Dunia.
2. Penyampaian anggaran resmi di parlemen Inggris

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham (House of Commons, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons) Menteri Keuangan Inggris John Healey mengumumkan paket bantuan tersebut saat membacakan pidato Anggaran 2026 di parlemen House of Commons. Dilansir Xinhua, Healey memaparkan bahwa skema bantuan ini bersumber dari pinjaman, jaminan pembiayaan ekspor, serta dana militer mendesak. Sebelum sidang kabinet digelar, Healey bersama Perdana Menteri Inggris Andy Burnham telah menghubungi Presiden Volodymyr Zelensky melalui sambungan telepon.
Pemerintah Inggris di Downing Street menegaskan bahwa komitmen baru ini merupakan paket pendanaan terbesar yang pernah diberikan London kepada Kyiv. "Ini adalah paket pendanaan terbesar yang pernah ada untuk Ukraina dari Inggris," kata Perdana Menteri Andy Burnham menegaskan besarnya skala dukungan tersebut.
3. Respons Zelensky dan akumulasi bantuan London

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (President Of Ukraine, CC0, via Wikimedia Commons) Presiden Volodymyr Zelensky menyambut positif pengumuman tersebut dan mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari pemerintah Inggris. Zelensky menyebut langkah London menjadi sinyal nyata bagi Moskow bahwa negaranya tidak akan dibiarkan sendirian. “Langkah yang benar-benar kuat dan sangat tepat waktu – datang tepat saat Rusia perlu melihat dan merasakan bahwa Ukraina tidak akan ditinggalkan sendirian,” ujar Zelensky.
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menyatakan melalui media sosial bahwa dana ini akan menopang kebutuhan mendesak sekaligus ketahanan ekonomi Ukraina. Pengumuman baru tersebut menambah total fasilitas pembiayaan ekspor Inggris untuk Ukraina menjadi 6,5 miliar pound sterling atau setara Rp157,17 triliun. Secara keseluruhan, total komitmen bantuan Inggris untuk Ukraina kini menembus 35 miliar pound sterling atau setara Rp846,3 triliun, termasuk 16 miliar pound sterling atau setara Rp386,88 triliun untuk sektor militer.






















