Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China Akan Kirim Lebih Banyak Panda ke Amerika Serikat

China Akan Kirim Lebih Banyak Panda ke Amerika Serikat
Ilustrasi panda. (unsplash.com/Yu Wang)

Jakarta, IDN Times - China mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai dan menandatangani perjanjian konservasi panda raksasa dengan beberapa kebun binatang. Salah satunya adalah dengan Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Asosiasi Konservasi Margasatwa China dengan Kebun Binatang Nasional di San Diego, yang akan membawa lebih banyak panda kembali ke AS.

Hal ini menandakan peningkatan hubungan diplomatik kedua negara, setelah Beijing sempat melakukan penarikan hampir semua binatang ikoniknya tersebut dari Negeri Paman Sam.

"Lembaga China terkait telah menandatangani perjanjian dengan Kebun Binatang San Diego di Amerika Serikat dan Kebun Binatang Madrid di Spanyol mengenai babak baru kerja sama internasional dalam perlindungan panda raksasa," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Kamis (22/2/2024), dikutip dari The Straits Times.

1. Kembalinya panda ke AS disambut baik

China juga akan bekerja sama dengan Kebun Binatang Nasional Washington di AS dan Kebun Binatang Wina di Austria, untuk secara aktif bernegosiasi dan meluncurkan babak baru kerja sama.

"Kami berharap dapat memperluas hasil penelitian lebih lanjut mengenai konservasi spesies yang terancam punah seperti panda raksasa, dan mempromosikan saling pengertian dan persahabatan di antara masyarakat melalui babak baru kerja sama internasional," Mao Ning menambahkan.

Nantinya, kemitraan tersebut akan mencakup penelitian mengenai pencegahan penyakit dan perlindungan habitat, serta berkontribusi pada pembangunan taman panda nasional di China.

Sementara itu, para pejabat Kebun Binatang San Diego mengatakan, jika semua izin dan persyaratan lainnya disetujui, dua beruang yang terdiri dari seekor jantan dan betina, diperkirakan akan tiba pada akhir musim panas. Terakhir kali kebun binatang tersebut mengirimkan panda terakhirnya kembali ke China adalah sekitar lima tahun yang lalu.

"Kami sangat gembira dan penuh harapan. Mereka telah menunjukkan antusiasme yang luar biasa untuk memulai kembali kerja sama panda yang dimulai dengan Kebun Binatang San Diego," kata Megan Owen dari Aliansi Margasatwa Kebun Binatang San Diego dan wakil presiden Wildlife Conservation Science, dikutip dari Associated Press.

2. Perbiki kembali Diplomasi Panda di tengah meredanya ketegangan diplomatik China-AS

Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan di San Francisco pada 15 November 2023 waktu setempat. (twitter.com/POTUS)
Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan di San Francisco pada 15 November 2023 waktu setempat. (twitter.com/POTUS)

Pada November 2023, Kebun Binatang Nasional di Washington mengembalikan 3 panda ke China sebagai bagian dari warisan yang telah berusia lebih dari 50 tahun.

Ini menjadikan Kebun Binatang Atlanta di Georgia menjadi satu-satunya kebun binatang di AS yang memiliki program panda raksasa. Namun, perjanjian peminjaman 4 panda di kebun binatang tersebut akan berakhir tahun ini.

Hal ini berarti tidak ada lagi panda di AS untuk pertama kalinya sejak 1972, ketika pemerintah China memberikan 2 panda raksasa sebagai hadiah kepada Presiden AS Richard Nixon saat melakukan kunjungan bersejarah ke Negeri Tirai Bambu pada masa Perang Dingin, menjelang normalisasi hubungan bilateral kedua negara.

Diplomasi Panda yang digaungkan China sempat terancam di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Beijing-Washington pada tahun lalu.

Akan tetapi, Presiden China Xi Jinping memberi isyarat bahwa negaranya akan mengirim lebih banyak panda ke AS. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Xi bertemu dengan Presiden AS Joe Biden pada November tahun lalu di San Francisco. Saat itu, kedua pemimpin sepakat untuk mencoba mengurangi ketegangan.

Kantor berita resmi China, Xinhua, mengatakan AS, Spanyol, dan Austria termasuk di antara negara-negara pertama yang bekerja sama dengan Beijing dalam hal konservasi panda. Sebanyak 28 panda telah lahir di negara-negara tersebut.

3. China terima sekitar Rp15,5 milyar per tahun untuk dua ekor panda

Bendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)
Bendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)

Menurut laporan dari Layanan Penelitian Kongres Amerika pada 2022, kebun binatang akan membayar biaya sebesar 1 juta dolar AS (sekitar Rp15,5 milyar) per tahun untuk dua ekor panda. Dana tersebut dialokasikan untuk upaya konservasi China.

Upaya konservasi selama puluhan tahun di alam liar dan penelitian di penangkaran telah menyelamatkan spesies panda raksasa dari kepunahan. Populasi hewan tersebut meningkat, dari yang jumlahnya kurang dari 1.000 ekor menjadi lebih dari 1.800 ekor di alam liar dan penangkaran.

Di sisi lain, tuntutan untuk mengembalikan panda raksasa yang dikenal sebagai 'harta nasional' China, meningkat di kalangan masyarakat China, seiring dengan tuduhan yang tidak terbukti bahwa kebun binatang AS memperlakukan panda dengan buruk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rahmah N
EditorRahmah N
Follow Us

Latest in News

See More

Kala Warga Iran Bentuk Rantai Manusia untuk Lindungi Fasilitas Energi

08 Apr 2026, 23:40 WIBNews