Ekuador Terjunkan 4 Ribu Polisi dan Militer untuk Amankan Quito

- Presiden Daniel Noboa mengerahkan 4.000 polisi dan tentara ke Quito untuk memperkuat keamanan ibu kota di tengah lonjakan kekerasan geng kriminal.
- Sebanyak 2.000 polisi ditempatkan di area publik padat, sementara 2.000 tentara menjaga titik penting, didukung 100 kendaraan baru dan 20 drone.
- Pemerintah menyatakan pengerahan tanpa batas waktu sebagai langkah preventif; sebelumnya, bos Los Choneros Francisco Manuel Bermudez Cagua ditangkap dan menunggu ekstradisi ke AS.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ekuador, Daniel Noboa mengumumkan penerjunan 4 ribu personel polisi dan militer ke ibu kota Quito pada Senin (3/8/2026). Langkah ini untuk meningkatkan keamanan di ibu kota Ekuador di tengah lonjakan kekerasan yang dilakukan geng kriminal.
Pada Maret, Ekuador sudah menerjunkan 75 ribu personel militer ke empat provinsi yang terdampak kasus kekerasan. Keempat provinsi tersebut meliputi Guayas, Los Rios, Santo Domingo de los Tsáchilas, dan El Oro.
1. Personel keamanan akan diterjunkan ke area publik

Dalam Quito Protection Plan, Noboa mengumumkan bahwa 2 ribu personel polisi akan diterjunkan di area publik dengan kepadatan tinggi, terutama di sekolah, pasar, bank, pusat perbelanjaan, dan fasilitas transportasi umum. Sedangkan 2 ribu tentara akan diterjunkan pada operasi di titik penting.
“Bagi siapapun yang percaya dapat mengintimidasi negara dan ibu kotanya. Saya akan berkata satu hal, semua serangan akan mendapatkan respons yang jauh lebih kuat,” terang Noboa, dikutip dari Anadolu Agency.
Nantinya, ribuan pasukan keamanan akan mendapatkan fasilitas 100 kendaraan baru. Bersamaan dengan penerjunan 20 drone untuk mengintai dan memastikan keamanan warga di Quito.
2. Mendagri Ekuador sebut penerjunan tentara tidak ada batas waktu

Pada saat yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ekuador, John Reimberg mengatakan bahwa tidak ada batas waktu bagi pasukan keamanan di Quito. Penerjunan tentara dan polisi ini disebut penting untuk menurunkan kriminalitas di ibu kota Ekuador.
Dilansir El Universo, penerjunan 4 ribu pasukan keamanan tambahan ini sebagai langkah preventif. Sedangkan 6.600 polisi yang sudah diterjunkan akan melanjutkan pekerjaannya untuk mengamankan dan meringkus organisasi kriminal yang beroperasi di Quito.
3. Ekuador berhasil tangkap Bos Los Choneros

Pada awal Juli, pasukan keamanan Ekuador berhasil menangkap Bos Los Choneros, Francisco Manuel Bermudez Cagua alias Churron. Ia diketahui sebagai salah satu pemimpin geng kriminal paling berbahaya di Ekuador dan sudah masuk dalam buronan Amerika Serikat (AS).
Dilansir Democrata, Churron ditempatkan di penjara keamanan maksimum, El Encuentro di Ekuador bagian selatan. Nantinya, ia akan ditempatkan di penjara tersebut hingga menunggu proses ekstradisi ke AS.



















