Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania dan Targetkan Kapal Perusak

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania dan Targetkan Kapal Perusak
ilustrasi konflik AS-Israel dengan Iran (unsplash.com/Saifee Art)
  • IRGC Iran menembakkan rudal balistik ke pangkalan AS Al Azraq di Yordania, menargetkan hanggar dan perlindungan jet tempur dalam operasi bernama Yahida Karrar.
  • Yordania menyatakan telah mencegat 18 dari 20 rudal Iran; dua lainnya jatuh di area kosong tanpa korban. CENTCOM belum memberikan informasi terkait serangan itu.
  • Iran mengklaim menargetkan dua kapal perusak AS dan sejumlah kapal regional setelah AS menghancurkan lima tanker minyak Iran serta menjatuhkan sanksi baru pada sektor penerbangan Teheran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik ke fasilitas militer Amerika Serikat di pangkalan Al Azraq, Yordania, pada Rabu (9/9/2026) dini hari. Serangan tersebut menyasar hanggar pesawat milik AS, disusul serangan terpisah yang membidik dua kapal perusak milik Angkatan Laut AS di perairan kawasan.

Pihak Teheran menyatakan aksi militer ini merupakan balasan langsung atas tindakan agresif Washington yang sebelumnya menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran. Eskalasi saling serang ini kian memperuncing perang di kawasan yang telah berkecamuk selama lebih dari enam bulan, yang kini tengah diupayakan penyelesaiannya oleh pemerintah AS.

  1. 1. Garda Revolusi sasar hanggar jet tempur di Yordania

    ilustrasi rudal balistik
    ilustrasi rudal balistik (pexels.com/Moslem Daneshzadeh)

    Garda Revolusi Iran melancarkan serangan rudal balistik berbahan bakar padat dan cair ke pangkalan militer Al Azraq di Yordania. Sasaran gempuran tersebut mencakup hanggar pemeliharaan, persiapan, dan penempatan jet tempur F-35, F-16, dan F-15, serta tempat perlindungan pesawat. Pihak militer Teheran menyatakan serangan balasan ini diberi nama sandi operasi Yahida Karrar.

    Serangan tersebut diklaim Teheran berhasil menimbulkan kerusakan parah pada fasilitas militer musuh. Dilansir Demócrata, badan militer Iran menyatakan dalam komunike resminya, "Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam telah melancarkan serangan rudal sengit ke pangkalan AS Al Azraq di Yordania selama operasi penghukuman terhadap agresor, yang disebut 'Yahida Karrar'."

  2. 2. Yordania berhasil cegat mayoritas rudal Iran

    bendera Yordania
    bendera Yordania (unsplash.com/Tommaso Ubezio)

    Angkatan Bersenjata Yordania mengonfirmasi wilayah mereka menjadi sasaran serangan rudal yang ditembakkan langsung dari wilayah Iran. Juru bicara militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan 18 dari total 20 rudal balistik yang masuk. Sementara itu, dua rudal balistik sisanya jatuh di area tidak berpenghuni sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

    Tim khusus militer segera diterjunkan ke titik jatuhnya serpihan untuk mengamankan lokasi dan melindungi area sekitar. Otoritas setempat meminta warga tidak mendekati atau memindahkan puing-puing mencurigakan serta melapor langsung kepada pihak berwenang. Angkatan Bersenjata Yordania menegaskan sistem radar dan pertahanan udara mereka tetap bersiaga penuh selama 24 jam demi melindungi kedaulatan negara. Sementara itu, terkait serangan terhadap fasilitas militer di Yordania tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan belum memiliki informasi untuk diberikan.

  3. 3. Dua kapal perusak AS dan puluhan armada dibidik

    kapal militer AS di Selat Hormuz
    kapal militer AS di Selat Hormuz (Official U.S. Navy Page from United States, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Selain pangkalan udara di Yordania, Garda Revolusi mengklaim meluncurkan rudal balistik berkekuatan tinggi ke dua kapal perusak Angkatan Laut AS, yakni USS Delbert D. Black (DDG-119) dan USS John Paul Jones (DDG-53). Pihak Teheran mengklaim serangan itu menimbulkan kerusakan signifikan, kendati belum ada konfirmasi independen maupun pernyataan resmi dari militer AS terkait kondisi kedua kapal tersebut. Serangan dilancarkan setelah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdolahi, memperingatkan bahwa "setiap serangan terhadap kapal tanker Iran akan memicu Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran untuk menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan."

    Angkatan Laut Garda Revolusi turut mengklaim pasukannya telah melancarkan serangan terhadap sekitar dua puluh kapal di wilayah perairan regional. Sasaran tersebut meliputi delapan kapal tanker serta dua kapal AS yang diklaim mengalami kerusakan serius. Mereka juga mengaku menargetkan sepuluh kapal lain yang berupaya melintasi area terlarang di Selat Hormuz di bawah dorongan militer AS.

  4. 4. Militer AS hancurkan tanker

    ilustrasi kapal tanker
    ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

    Dilansir CBC News, militer AS sebelumnya mengumumkan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran pada Selasa (8/9/2026). Sementara itu, dilansir Demócrata, tindakan Washington tersebut merupakan respons atas serangan Teheran terhadap kapal perang AS yang berhasil lolos tanpa kerusakan. Merespons eskalasi itu, Garda Revolusi juga sempat mendesak awak kapal tanker di pelabuhan Kuwait dan Bahrain untuk segera mengosongkan kapal karena akan menjadi target serangan berikutnya.

    Rangkaian serangan ini menjadi bagian dari pendekatan ganda militer dan ekonomi yang dijalankan Presiden AS Donald Trump guna mengakhiri perang. Pemerintah AS pada Selasa (8/9/2026) turut menjatuhkan sanksi baru terhadap sektor industri penerbangan Teheran. Hukuman ekonomi tersebut menyasar lebih dari dua lusin maskapai komersial dan swasta, serta penyedia jasa kargo asing guna memutus hubungan perdagangan Iran yang tersisa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More