Kosta Rika Waspada, Sebut Ada Rencana Pembunuhan Presiden

- Pelaku kriminal berusaha ganggu pemilu di Kosta Rika
- Terdapat rencana dari kriminal untuk mengganggu jalannya pemilu di Kosta Rika pada 1 Februari. Calon presiden konservatif, Laura Fernandez, mengungkapkan kekhawatiran terkait keamanan.
- Pengadilan Elektoral Kosta Rika tepis tuduhan halangi Bukele ke negaranya
Jakarta, IDN Times - Kepala Direktorat Intelijen dan Keamanan Nasional Kosta Rika, Jorge Torres mengatakan bahwa terdapat rencana pembunuhan kepada Presiden Rodrigo Chaves. Rencana itu akan dilakukan menjelang pemilihan presiden di Kosta Rika.
“Apa yang kami terima adalah informasi pribadi dan yang akan saya ungkapkan hanya komplain. Saya tidak ingin menjabarkan secara detail, tapi saya mengkhawatirkan soal nyawa dari presiden Kosta Rika,” tuturnya, dikutip dari CTV News, Rabu (14/1/2026).
Pekan lalu, Kosta Rika akan memulai pembangunan penjara raksasa pertama di negaranya. Penjara ini meniru langkah dari El Salvador untuk mengurangi kekerasan dan pembunuhan di negaranya.
1. Pelaku kriminal berusaha ganggu pemilu di Kosta Rika
Torres mengatakan bahwa terdapat komplain dari calon presiden konservatif, Laura Fernandez soal keamanan. Sebab, terdapat rencana dari kriminal untuk mengganggu jalannya pemilu di Kosta Rika pada 1 Februari.
“Terdapat spekulasi bahwa akan ada rencana kriminal yang berhubungan dengan proses pemungutan suara pemilu. Namun, saya tidak akan mengungkapkan mengenai rencana aksi tersebut,” terangnya, dilansir Deutsche Welle.
Sementara itu, Fernandez diketahui sebagai kandidat penerus dari Chaves. Sebab, Undang-Undang di Kosta Rika tidak memperbolehkan presiden petahana mencalonkan diri untuk kedua kalinya berturut-turut.
2. Pengadilan Elektoral Kosta Rika tepis tuduhan halangi Bukele ke negaranya
Pengadilan Elektoral Kosta Rika (TSE) menolak dua dakwaan hukum untuk menolak masuknya Presiden El Salvador, Nayib Bukele ke Kosta Rika. Sebab, Bukele sempat dituding akan mempengaruhi hasil pilpres di Kosta Rika.
Dilansir The Tico Times, TSE menyebut, tidak ada bukti bahwa kunjungan pemimpin negara lain akan berdampak secara personal kepada dasar-dasar politik dan hak pilih warga. Bukele rencananya akan hadir di Kosta Rika pekan depan untuk menghadiri peletakan batu pertama penjara raksasa.
3. Kosta Rika terdampak kasus kekerasan terburuk
Kosta Rika dilanda krisis keamanan terburuk sejak dipimpin Presiden Chaves. Berdasarkan data dari Badan Investigasi Yudisial (OIJ), negara Amerika Tengah yang dikenal aman itu kini mencatatkan 3.058 kasus pembunuhan sejak 2022.
Pada 2025, kasus pembunuhan di Kosta Rika mencapai 833 dan hampir mencapai rekor terburuk pada 2023 yang berjumlah 906. Sekitar 60 persen dari kasus kekerasan dan pembunuhan disebabkan oleh pertikaian antargeng penyelundup narkoba.
















