Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penembakan Massal di AS, 8 Anak Tewas dan 2 Perempuan Terluka

Penembakan Massal di AS, 8 Anak Tewas dan 2 Perempuan Terluka
ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
Intinya Sih
  • Seorang pria bernama Shamar Elkins menembak delapan anak dan melukai dua perempuan di Shreveport, Louisiana, sebelum tewas ditembak polisi setelah aksi pengejaran.
  • Penembakan diduga dipicu konflik rumah tangga antara Elkins dan istrinya yang sedang dalam proses perceraian; sebagian besar korban adalah anak-anak mereka sendiri.
  • Insiden ini menambah daftar 119 kasus penembakan massal di AS sepanjang 2026, dengan total 117 korban jiwa dan ratusan lainnya terluka menurut Gun Violence Archive.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Seorang pria bersenjata membunuh delapan anak dan melukai dua orang lainnya di negara bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS), pada Minggu (19/4/2026). Tersangka kemudian tewas setelah ditembak oleh polisi.

Polisi mengatakan, penembakan tersebut terjadi di dua rumah di kota Shreveport sekitar pukul 6 pagi. Korban tewas berusia 1-14 tahun, dengan tujuh di antaranya merupakan anak tersangka. Istri tersangka dan seorang perempuan lain yang diduga sebagai kekasihnya juga ikut terluka.

Sementara itu, tersangka, yang diidentifikasi sebagai Shamar Elkins, membajak sebuah mobil usai melakukan penembakan tersebut. Ia kemudian tewas setelah polisi melakukan pengejaran dan menembaki kendaraan tersebut.

1. Tersangka pernah ditangkap terkait kasus senjata api pada 2019

ilustrasi senjata
ilustrasi senjata (unsplash.com/Lamna The Shark)

Menurut keterangan polisi, tersangka awalnya menembak seorang perempuan di sebuah rumah, lalu berkendara ke rumah lain untuk melanjutkan aksi kejinya. Tujuh anak ditemukan tewas di dalam rumah kedua, sementara satunya lagi ditemukan meninggal di atap, diduga ditembak saat mencoba melarikan diri. Sebagian besar dari mereka mengalami luka tembak di bagian kepala.

Juru bicara Departemen Kepolisian Shreveport, Chris Bordelon, mengatakan penyelidikan saat ini masih berlangsung, tapi para detektif meyakini penembakan tersebut murni terkait masalah rumah tangga.

Ia mengungkapkan bahwa Elkins dulu pernah ditangkap dalam kasus terkait senjata api pada 2019. Namun, para pejabat tidak mengetahui adanya riwayat kekerasan dalam rumah tangga sebelumnya.

2. Pelaku menembak anak-anaknya dan istrinya sendiri

ilustrasi garis polisi
ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)

Dilansir CBC, Crystal Brown, sepupu dari salah satu korban luka, mengatakan bahwa Elkins dan istrinya sedang dalam proses perceraian dan dijadwalkan menghadiri sidang pada Senin (20/4/2026). Keduanya disebut sempat terlibat pertengkaran terkait perpisahan tersebut sebelum penembakan terjadi.

"Ia membunuh anak-anaknya. Ia menembak istrinya," ujarnya.

Brown mengungkapkan bahwa Elkins memiliki empat anak dengan istrinya dan tiga anak dengan perempuan lain yang tinggal berdekatan, yang juga menjadi korban penembakan. Seluruh anak tersebut berada di satu rumah saat kejadian.

Liza Demming, warga yang tinggal di dekat rumah kedua, mengatakan kamera keamanannya merekam tersangka saat melarikan diri, disertai suara dua tembakan.

“Kurang lebih itu saja yang saya lihat, dia berlari keluar dari rumah dan mobil-mobil pergi,” ujarnya. Ia kemudian keluar dari rumah dan melihat jasad seorang anak berada di atap rumah tersebut.

3. Terdapat 119 kasus penembakan massal di AS sepanjang 2026

ilustrasi penembakan
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

Gubernur Louisiana, Jeff Landry, dan Ketua DPR AS, Mike Johnson, yang juga berasal dari Shreveport, menyampaikan duka mendalam serta memuji respons cepat aparat penegak hukum dalam pernyataan terpisah.

“Kami menyampaikan doa dan simpati kami kepada para korban, keluarga serta orang-orang terdekat mereka, dan seluruh komunitas Shreveport di masa yang sangat sulit ini,” kata Johnson dalam sebuah pernyataannya.

Di luar insiden di Shreveport, Gun Violence Archive mencatat sedikitnya 119 kasus penembakan massal di AS sepanjang 2026. Total korban tewas mencapai 117 orang, termasuk 79 anak-anak, sementara 458 lainnya mengalami luka-luka. Tahun lalu, lembaga tersebut mencatat 407 kasus penembakan massal, dilansir dari Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More