Dalam foto yang beredar di internet, ribuan massa pendukung Palestina terlihat melakukan pawai dari Russel Square ke kantor Perdana Menteri Inggris yang ada Downing Street dengan membawa bendera Palestina. Dalam aksi tersebut, mereka memprotes Pemerintah Inggris selama berada di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer karena diduga terlibat dalam agresi Israel di Gaza.
PM Baru Inggris Didesak Bisa Setop Agresi Israel di Gaza

- Ribuan warga Inggris turun ke jalan di London mendesak PM baru Andy Burnham menghentikan agresi Israel di Gaza dan mengubah sikap pemerintah terhadap konflik Palestina.
- Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, serta politisi pro-Palestina ikut aksi, menyerukan embargo senjata ke Israel dan menuntut keadilan bagi rakyat Palestina.
- Aksi ini dipicu lambannya Partai Buruh menyerukan pembebasan Palestina; Burnham berjanji memperbaiki sikap partainya di tengah meningkatnya korban akibat serangan Israel.
1. Massa meminta Israel menyudahi pendudukan di Palestina

Dalam demo tersebut, para peserta juga menyerukan Israel untuk segera menyudahi pendudukan di semua wilayah Palestina, seperti Gaza, Yerusalem timur, dan Tepi Barat. Sebab, pendudukan Israel di ketiga wilayah tersebut ilegal dan telah melanggar aturan hukum internasional.
"Kami tidak akan menghilang, kami tidak akan pergi, dan kami tidak akan pernah berhenti berkampanye untuk pembebasan Palestina," kata salah satu peserta demo yang merupakan politisi Inggris pro-Palestina, Jeremy Corbyn, dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dikutip The New Arab.
2. Duta Besar Palestina untuk Inggris juga ikut berdemo

Demo ini juga diikuti oleh Wakil Ketua Partai Hijau Inggris, Mothin Ali dan Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot. Keduanya sama-sama mendesak Burnham untuk menghentikan agresi Israel di Gaza dan menyerukan pembebasan Palestina. Selain itu, mereka juga mendesak Inggris untuk melakukan embargo senjata ke Israel. Sebab, langkah ini dinilai bisa menghentikan agresi Israel di Gaza.
“Tiga tahun genosida yang terus berlanjut. Oleh karena itu, gerakan untuk keadilan dan akuntabilitas di Inggris dan di seluruh dunia semakin lantang dan kuat,” tulis Zomlot dalam sebuah unggahan di X dikutip Al Jazeera.
3. Partai Buruh Inggris lamban menyerukan pembebasan Palestina

Aksi demo ini dipicu oleh lambannya partai penguasa di Inggris, Partai Buruh, dalam menyerukan pembebasan Palestina. Sebagai pemimpin Partai Buruh, Burnham mengaku bahwa partainya telah melakukan hal yang salah. Oleh karena itu, ia berjanji akan memperbaiki kesalahan tersebut dan mulai lantang menyerukan perdamaian di Palestina. Sebab, hingga saat ini, Israel masih menyerang negara tersebut.
Serangan terbaru Israel terjadi di Gaza pada Jumat (17/7/2026). Serangan tersebut dikabarkan telah menewaskan 14 orang dan melukai 20 lainnya. Semua korban luka kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Sejauh ini, serangan Israel di Gaza sejak gencatan senjata tahap pertama pada Oktober 2025 lalu sudah menewaskan sekitar 1.123 jiwa. Namun, jika dihitung sejak agresi pertama pada Oktober 2023, serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 73 ribu warga Palestina. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah ini akan terus bertambah jika Israel tidak segera menghentikan agresinya.






















