Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PM Baru Inggris Didesak Bisa Setop Agresi Israel di Gaza

PM Baru Inggris Didesak Bisa Setop Agresi Israel di Gaza
potret demo pembebasan Palestina (pexels.com/TIMO)
Intinya Sih
  • Ribuan warga Inggris turun ke jalan di London mendesak PM baru Andy Burnham menghentikan agresi Israel di Gaza dan mengubah sikap pemerintah terhadap konflik Palestina.
  • Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, serta politisi pro-Palestina ikut aksi, menyerukan embargo senjata ke Israel dan menuntut keadilan bagi rakyat Palestina.
  • Aksi ini dipicu lambannya Partai Buruh menyerukan pembebasan Palestina; Burnham berjanji memperbaiki sikap partainya di tengah meningkatnya korban akibat serangan Israel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Inggris yang tergabung ke dalam kelompok pro-Palestina mendesak Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, untuk menghentikan agresi Israel di Jalur Gaza. Desakan itu muncul dalam aksi demonstrasi besar yang digelar di Ibu Kota London pada Sabtu (18/7/2026).

Dalam foto yang beredar di internet, ribuan massa pendukung Palestina terlihat melakukan pawai dari Russel Square ke kantor Perdana Menteri Inggris yang ada Downing Street dengan membawa bendera Palestina. Dalam aksi tersebut, mereka memprotes Pemerintah Inggris selama berada di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer karena diduga terlibat dalam agresi Israel di Gaza.  

1. Massa meminta Israel menyudahi pendudukan di Palestina

Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (unsplash.com/Emad El Byed)

Dalam demo tersebut, para peserta juga menyerukan Israel untuk segera menyudahi pendudukan di semua wilayah Palestina, seperti Gaza, Yerusalem timur, dan Tepi Barat. Sebab, pendudukan Israel di ketiga wilayah tersebut ilegal dan telah melanggar aturan hukum internasional. 

"Kami tidak akan menghilang, kami tidak akan pergi, dan kami tidak akan pernah berhenti berkampanye untuk pembebasan Palestina," kata salah satu peserta demo yang merupakan politisi Inggris pro-Palestina, Jeremy Corbyn, dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dikutip The New Arab.

2. Duta Besar Palestina untuk Inggris juga ikut berdemo

Husam Zomlot sedang bersalaman.
potret Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot (kiri) (flickr.com/Scottish Government via commons.wikimedia.org/Scottish Government)

Demo ini juga diikuti oleh Wakil Ketua Partai Hijau Inggris, Mothin Ali dan Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot. Keduanya sama-sama mendesak Burnham untuk menghentikan agresi Israel di Gaza dan menyerukan pembebasan Palestina. Selain itu, mereka juga mendesak Inggris untuk melakukan embargo senjata ke Israel. Sebab, langkah ini dinilai bisa menghentikan agresi Israel di Gaza.

“Tiga tahun genosida yang terus berlanjut. Oleh karena itu, gerakan untuk keadilan dan akuntabilitas di Inggris dan di seluruh dunia semakin lantang dan kuat,” tulis Zomlot dalam sebuah unggahan di X dikutip Al Jazeera.

3. Partai Buruh Inggris lamban menyerukan pembebasan Palestina

Bendera Palestina sedang berkibar.
potret bendera Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)

Aksi demo ini dipicu oleh lambannya partai penguasa di Inggris, Partai Buruh, dalam menyerukan pembebasan Palestina. Sebagai pemimpin Partai Buruh, Burnham mengaku bahwa partainya telah melakukan hal yang salah. Oleh karena itu, ia berjanji akan memperbaiki kesalahan tersebut dan mulai lantang menyerukan perdamaian di Palestina. Sebab, hingga saat ini, Israel masih menyerang negara tersebut.

Serangan terbaru Israel terjadi di Gaza pada Jumat (17/7/2026). Serangan tersebut dikabarkan telah menewaskan 14 orang dan melukai 20 lainnya. Semua korban luka kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. 

Sejauh ini, serangan Israel di Gaza sejak gencatan senjata tahap pertama pada Oktober 2025 lalu sudah menewaskan sekitar 1.123 jiwa. Namun, jika dihitung sejak agresi pertama pada Oktober 2023, serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 73 ribu warga Palestina. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah ini akan terus bertambah jika Israel tidak segera menghentikan agresinya.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More