Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Asal-usul Kata Kokopan yang Viral usai Prabowo Salah Ucap Kekompakan

3 min read
Asal-usul Kata Kokopan yang Viral usai Prabowo Salah Ucap Kekompakan
Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato kunci di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok pada 2026. (Dok. Biro Pers Istana)
  • Presiden Prabowo Subianto salah mengucapkan “kekompakan” menjadi bunyi menyerupai “kokopan” saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, 21 Oktober 2026.

  • Kata Jawa “kokop” atau “ngokop” berarti minum langsung dengan menyelupkan mulut ke sumber air, tetapi “kokopan” bukan bentuk baku dengan makna tersebut.

  • Video salah ucap itu viral dan menjadi bahan candaan warganet; dalam pidato, Prabowo sebenarnya mengapresiasi kerja sama kabinet selama dua tahun pemerintahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengalami momen salah ucap, saat menyampaikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ketika hendak mengucapkan terima kasih kepada jajaran kabinetnya selama dua tahun pemerintahan, kata yang keluar justru “kokopan” dari yang seharusnya "kekompakan".

Potongan video tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Kesalahan pengucapan yang terjadi di tengah pidato resmi itu membuat warganet menyoroti kata yang terdengar tidak biasa tersebut.

Lantas, dari mana asal-usul kata "kokopan" dan apa artinya? Simak penjelasan berikut.

  1. 1. Kokop berarti minum langsung dari wadah

    Asal-usul Kata Kokopan yang Viral usai Prabowo Salah Ucap Kekompakan
    Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)

    Kata “kokopan” yang terdengar dalam pidato Prabowo mengingatkan sebagian masyarakat pada kata "kokop" atau "ngokop". Dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia yang dikelola Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kata kokop dan ngokop memiliki arti minum dengan menyelupkan mulut ke sumber air, seperti binatang yang sedang minum, atau minum secara langsung.

    Makna tersebut membuat kata “kokopan” terdengar menggelitik ketika dikaitkan dengan konteks pidato Presiden. Namun, perlu dibedakan bahwa kamus resmi tersebut mencatat kokop dan ngokop sebagai kosa kata bahasa Jawa, bukan menetapkan “kokopan” sebagai bentuk baku yang berarti minum langsung dari wadah.

    Dengan demikian, penyebutan “kokopan” dalam konteks ini lebih tepat dipahami sebagai bunyi yang muncul akibat kekeliruan pengucapan kata “kekompakan”, bukan sebagai penggunaan istilah bahasa daerah yang disengaja oleh Presiden.

  2. 2. Momen Prabowo salah ucap saat apresiasi kabinetnya

    Asal-usul Kata Kokopan yang Viral usai Prabowo Salah Ucap Kekompakan
    Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)

    Momen tersebut terjadi ketika Prabowo memimpin Sidang Kabinet Paripurna dengan tema “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri” pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi kepada para menteri dan jajaran kabinet atas kinerja mereka selama dua tahun pemerintahan.

    Prabowo kemudian menekankan pentingnya kerja sama tim dalam menjalankan organisasi. Ia menilai keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga kemampuan setiap anggotanya untuk bekerja sama.

    “Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

    Dalam konteks tersebut, kata yang dimaksud Prabowo adalah “kekompakan”. Namun pada awalnya, dia salah mengucapkan, sehingga menjadi "kokopan", bunyi kata tersebut terdengar berbeda hingga menjadi perhatian publik.

  3. 3. Sebutan kokopan viral di media sosial

    Asal-usul Kata Kokopan yang Viral usai Prabowo Salah Ucap Kekompakan
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

    Potongan video ketika Prabowo salah mengucapkan kata “kokopan” beredar di media sosial, setelah sidang kabinet berlangsung. Cuplikan tersebut menarik perhatian warganet, karena bunyi kata yang terdengar berbeda dari maksud kalimat Presiden.

    Sejumlah pengguna media sosial kemudian menjadikan kata “kokopan” sebagai bahan candaan. Warganet membagikan potongan video tersebut, dan menuliskan berbagai komentar jenaka mengenai pengucapan Prabowo.

    "Dalam psikologi hal ini bisa disebut dengan Freudian slip. Contoh mau manggil pacar malah kesebut nama mantan," unggah pemilik @u***d, di komentar salah satu konten di media sosial.

    Perbincangan itu memperlihatkan bagaimana momen singkat dalam pidato pejabat publik dapat menjadi bahan guyonan di ruang digital. Meski begitu, kata “kokopan” yang ramai diperbincangkan warganet tidak merujuk pada kosakata baku bahasa Indonesia atau pun bahasa daerah dengan makna yang sama.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More