BMKG: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter pada 22–25 Oktober

- BMKG memperingatkan potensi gelombang 2,5–4 meter pada 22–25 Oktober 2026 di perairan Samudra Hindia barat dan selatan Sumatra hingga NTT, serta utara Maluku.
- Pola angin hingga 25 knot memicu gelombang 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan, termasuk Selat Malaka utara, Laut Natuna Utara, Laut Bali, Laut Maluku, dan utara Papua.
- BMKG mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir menyesuaikan aktivitas laut karena gelombang tinggi berisiko bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 22–25 Oktober 2026.
Gelombang setinggi 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat dan selatan Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, serta Samudra Hindia/Pasifik utara Maluku.
BMKG mengatakan, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry.
1. Pola angin menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa) BMKG melaporkan, pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 6–20 knot. Sementara itu, di selatan ekuator Indonesia bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 6–25 knot.
"Kecepatan tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, dan Samudra Pasifik utara Maluku," tulis BMKG dalam siaran pers, Kamis (22/10/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian Tengah, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, dan Samudra Pasifik utara Papua.
2. Peningkatan gelombang tinggi mencapai 2,5–4 meter

Gelombang tinggi menghantam pesisir, masyarakat diimbau waspada saat melakukan perjalanan laut selama periode Nataru. (Dok. Pribadi) BMKG juga memprediksi gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5–4 meter berpeluang terjadi beberapa kawasan utama Indonesia.
Di Sumatra, wilayah tersebut mencakup Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, dan Samudra Hindia barat Lampung.
Di Pulau Jawa, potensi gelombang tinggi berada di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Kawasan selanjutnya meliputi Samudra Hindia selatan Bali, NTB, dan NTT, sedangkan di kawasan Maluku, wilayah terdampak adalah Samudra Hindia/Pasifik utara Maluku.
3. BMKG imbau masyarakat selalu waspada khususnya nelayan

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa) Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah ini dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, khususnya bagi para nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi tertentu.
Transportasi laut yang dimaksud seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin dari 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 m).
"BMKG mengimbau nelayan serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir untuk tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas laut selama periode peringatan berlangsung," tulis BMKG.



















