Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wagub Jabar Dorong Lulusan SMK Langsung Terserap Kerja

3 min read
Wagub Jabar Dorong Lulusan SMK Langsung Terserap Kerja
Ilustrasi penerima beasiswa SMK Unggulan AMMAN. (dok. AMMAN)
  • Wagub Jabar Erwan Setiawan mendorong SMK menyiapkan kompetensi, karakter, dan akses kerja bagi lulusan melalui kolaborasi sekolah, pemerintah daerah, serta perusahaan.
  • Erwan meminta Disnaker Sumedang mengoordinasikan sekolah dan perusahaan untuk membuka peluang kerja, bahkan kontrak penyerapan lulusan, agar tenaga kerja lokal mendapat manfaat perkembangan industri.
  • Dalam kunjungan di Sumedang, Erwan meresmikan bangunan SMK Fajar Mandala dan renovasi Masjid Jami Al-Fajar, serta mengajak masyarakat menghidupkan kegiatan keagamaan di masjid.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak hanya berorientasi pada kelulusan siswa, tetapi juga memastikan lulusannya memiliki kompetensi dan akses untuk memasuki dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Erwan saat meresmikan bangunan baru SMK Fajar Mandala di Kampus 2 Cipameungpeuk dan Masjid Jami Al-Fajar di Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis (17/9/2026).

Menurut Erwan, SMK memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan keterampilan siswa sesuai kebutuhan dunia industri. Untuk itu, ia mendorong kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan perusahaan agar lulusan memiliki kesempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

  1. 1. Lulusan SMK didorong langsung terserap kerja

    Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan (Humas/Pemprov Jabar)
    Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan (Humas/Pemprov Jabar)

    Erwan mengatakan pendidikan di SMK perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter siswa. Ia berharap sekolah tidak hanya menghasilkan lulusan secara administratif, tetapi juga memastikan mereka memiliki akhlak dan moral yang baik.

    “Jangan sekadar meluluskan siswa-siswi saja, tapi bisa menjamin bahwa ketika mereka lulus akhlaknya terjaga dengan baik, moralnya terjaga dengan baik,” ujar Erwan.

    Selain kompetensi dan karakter, Erwan menilai lulusan SMK perlu mendapatkan kepastian akses terhadap dunia kerja. Ia meminta Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang berkoordinasi dengan sekolah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

    “Bila perlu kontrak dengan perusahaan-perusahaan, begitu lulus langsung kerja. Tidak ada lagi lulusan SMK, terutama SMK Fajar Mandala, yang menganggur. Saya akan kawal itu,” katanya.

  2. 2. Industri diminta serap tenaga kerja lokal

    ilustrasi anak SMK (unsplash.com/Ed Us)
    ilustrasi anak SMK (unsplash.com/Ed Us)

    Erwan juga menyoroti perkembangan industri di Kabupaten Sumedang yang ditandai dengan keberadaan ribuan pabrik. Menurutnya, pertumbuhan investasi dan industri perlu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

    Ia meminta masyarakat Sumedang tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan kawasan industri di daerahnya sendiri.

    Di sisi lain, Erwan menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah kabupaten dan kota diminta mendata pekerja formal maupun informal agar dapat memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.

    “Informal itu ada petani, buruh kasar, pedagang, silakan data semua. Jangan sampai ketika bekerja kemudian terjadi kecelakaan, mereka tidak punya jaminan dan akhirnya timbul kemiskinan ekstrem baru, anaknya putus sekolah, dapurnya berhenti ngebul,” tutur Erwan.

  3. 3. Masjid Al-Fajar berusia 103 tahun direnovasi

    Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan (Humas/Pemprov Jabar)
    Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan (Humas/Pemprov Jabar)

    Dalam kunjungan yang sama, Erwan mengajak masyarakat Desa Cipancar memakmurkan Masjid Jami Al-Fajar yang telah berdiri selama 103 tahun dan baru selesai direnovasi.

    Ia mengatakan pembangunan masjid tidak berhenti pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi perlu diikuti aktivitas keagamaan yang melibatkan masyarakat.

    “Bukan hanya sekadar selesai bangunannya, megah bangunannya tapi kosong. Saya berharap masyarakat Desa Cipancar bisa memakmurkan Masjid Al-Hajar ini,” ujarnya.

    Renovasi masjid dan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut turut mendapat dukungan dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat.

    Erwan berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan, termasuk dalam penguatan pendidikan, pembentukan karakter, dan kehidupan keagamaan masyarakat. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More