Megawati: Sekarang Banyak Orang Gak Fair, Main Belakang

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir orang-orang yang tidak fair. Namun, dia tidak merujuk pada sosok tertentu. Menurut dia, orang yang tidak fair itu seperti bermain petak umpet.
"Saya gak pernah gak fair, loh. Tapi sekarang banyak orang yang tidak fair loh," ucap Megawati tersenyum dan disambut tepuk tangan kader PDIP, dalam acara pengumuman dukungan kepada 305 kepala daerah untuk Pilkada 2024 di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (14/8/2024).
"Main belakang kayak petak umpet ya. Tulis tuh, ibu bilang sekarang banyak orang yang main petak umpet, tahu gak petak umpet?" sambung Megawati, meminta jurnalis yang hadir.
Dalam pidato yang berapi-api itu, Megawati juga menyinggung soal pernyataannya yang ingin bertemu Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang dianggap sebagai bentuk intimidasi. Megawati menegaskan tidak ada keinginan mengintimidasi Polri.
Megawati kemudian menyinggung mengenai institusi Polri, yang dipisahkan dari ABRI semasa dirinya menjabat sebagai Presiden RI.
"Ada orang ngomong lho kok saya mengintimidasi Kapolri, weh ini orang, bukan orang Indonesia ternyata, masa gak ngerti aturan, tulis lho awas kalau gak, saya warga negara Indonesia, saya yang memisahkan Polri betul apa tidak? Iya lho zaman presiden, masa rakyat gak boleh ketemu Pak Kapolri," ujar dia.
Kapolri, kata Megawati, seharusnya membukakan pintu apabila dirinya ingin bertemu. Namun, hingga kini belum ada agenda pertemuan tersebut.
"Kalau saya mau ketemu Pak Kapolri, Pak Kapolrinya kan mestinya buka pintu, kalau intimidasi saya gak ngomong di depan umum, kenapa gak boleh ketemu Kapolri? Kapolrinya mau gak ketemu saya? Sampai hari ini gak ada surat, Bu mega yang terhormat gitu, ayo kita ngobrol, memangnya terus nanti saya mau ditangkap, karena mau ketemu Kapolri ditangkap?" ucap dia.
Tak hanya itu, Presiden ke-5 RI itu juga mengritisi kerja jurnalis yang kerap memberitakannya dengan narasi negatif.
"Mikir wartawan, kamu tuh orang Indonesia lho, jangan kamu mulai ngomong yang gak jelas, karena yang saya terangkan ini adalah perjuangan sejarah Indonesia awas lho ya, kalau itu, kalian wartawan Republik Indonesia yang sudah tidak mengetahui harga daripada berita itu, sampaikan saja sana ke Kapolri, karena saya juga yang memisahkan, terus saya takut? Gak, orang saya orang baik-baik," ujar Megawati, bernada kesal.
Diketahui, PDIP resmi memberikan rekomendasi kepada 305 kepala daerah untuk Pilkada 2024, yang terdiri dari 13 calon gubernur serta 292 calon bupati dan walikota. Surat rekomendasi diberikan langsung Megawati di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Jakarta.






















