4 Fakta Unik Masjid Keizerstraat, Masjid Tertua di Suriname

Take a Deeper Reads

Masjid Keizerstraat adalah masjid tertua dan paling terkenal di Paramaribo, Suriname. Berdiri di Keizerstraat dan berfungsi sebagai tempat ibadah utama bagi umat Muslim kota. Masjid ini juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat setempat. Selain itu, menjadi simbol kebanggaan akan iman, sejarah, dan persatuan Suriname.
Masjid Keizerstraat dibangun pada awal abad ke-20. Desainnya menunjukkan perpaduan gaya Islam dan ide-ide lokal. Perpaduan ini memberikan masjid tampilan yang unik dan menawan. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Keizerstraat berikut ini, guys!
1. Diresmikan pada tahun 1932

Pemandangan ke Jalan Keizerstraat dari dalam Masjid Keizerstraat. (commons.wikimedia.org/Ymnes) Masjid Keizerstraat diresmikan pada tahun 1932, tiga tahun setelah komunitas Muslim Paramaribo terbentuk, sebut 7toucans. Bangunan pertama memiliki bentuk persegi panjang sederhana dan cukup kecil. Lebarnya sekitar 9 m dan memiliki empat menara segi delapan. Masjid terbuat dari kayu, seperti banyak bangunan lain di Suriname.
Dari segi gaya, Masjid Keizerstraat mengikuti tradisi lokal Suriname berupa bangunan kayu. Gaya ini masih sangat kuat pada waktu itu. Hal ini membentuk tampilan dan desain masjid. Akibatnya, masjid mencerminkan budaya lokal dan praktik pembangunan yang bertahan lama.
2. Versinya yang sekarang selesai pada tahun 1984

potret tempat parkir di Masjid Keizerstraat (commons.wikimedia.org/Ymnes) Sekitar 50 tahun kemudian, bangunan kayu digantikan dengan struktur batu. Perubahan ini membuat masjid menjadi lebih kuat dan tahan lama. Masjid Keizerstraat yang baru selesai dibangun pada tahun 1984. Kemudian secara resmi dibuka dan diberkati untuk digunakan.
Masjid Keizerstraat sekarang lebih besar dan terbuka dari sebelumnya. Menawarkan lebih banyak ruang bagi jemaah untuk beribadah dengan nyaman. Desainnya sesuai dengan kebutuhan zaman modern. Menara-menara tinggi, sekitar 29 m, menjulang di atas masjid.
3. Signifikansi Masjid Keizerstraat

potret mihrab di dalam Masjid Keizerstraat (commons.wikimedia.org/Sharmil2672) Masjid Keizerstraat dimiliki oleh Asosiasi Islam Suriname. Bangunannya berfungsi pula sebagai pusat utama gerakan Ahmadiyah Muslim Lahore. Pembangunannya merupakan bagian dari rencana untuk mendukung pertumbuhan Muslim Suriname. Saat ini, Suriname memiliki proporsi Muslim tertinggi di Amerika Selatan, mencapai sekitar 20 persen dari populasinya.
Masjid Keizerstraat dikunjungi tidak hanya oleh para anggota komunitas Ahmadiyah, tetapi juga oleh tamu dari seluruh dunia. Menyambut banyak tokoh terkenal dan terhormat. Salah satu tamu terkenal adalah Muhammad Ali, seorang petinju asal Amerika Serikat. Ia mengunjungi masjid pada tahun 1979.
4. Panduan berkunjung ke Masjid Keizerstraat

Pemandangan Masjid Keizerstraat dari Jalan Keizerstraat yang juga menampilkan Sinagoge Neveh Shalom. (commons.wikimedia.org/Dan Lundberg) Biaya untuk mengunjungi Masjid Keizerstraat gratis, ungkap VisaLiv. Pengunjung dapat masuk secara bebas dan menikmatinya. Mereka diminta untuk mengikuti adat istiadat setempat selama kunjungan. Ini termasuk berpakaian sopan dan menghormati waktu salat.
Masjid terletak di pusat Paramaribo dan mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Pengunjung juga dapat menggunakan taksi atau mobil, dengan tempat parkir yang tersedia. Transportasi umum seperti bus berhenti di dekat masjid. Masjid juga mudah dijangkau dengan sepeda, karena terletak di sepanjang jalur sepeda yang umum.
Masjid Keizerstraat adalah simbol kuat iman dan sejarah di Suriname. Kisahnya menunjukkan kekayaan budaya dan persatuan. Dari masa lalu hingga masa kini, terus menarik banyak pengunjung. Tempat istimewa yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.






















