Mentrans: Kawasan Transmigrasi Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

- Menteri Transmigrasi Iftitah menegaskan program transmigrasi kini diarahkan untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar memindahkan penduduk.
- Pemerintah menekankan kebutuhan SDM unggul dan disiplin yang mampu menuntaskan misi, mengidentifikasi masalah, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan nilai tambah.
- Sebanyak 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi, mengidentifikasi tantangan, dan menyusun rekomendasi pembangunan.
Jakarta, IDN Times – Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan paradigma program transmigrasi telah berubah. Transmigrasi kini tidak sekadar memindahkan penduduk, melainkan strategi membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Iftitah saat memberikan pembekalan kepada 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, transformasi tersebut membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menuntaskan setiap misi pembangunan.
“Kalau kita ingin hilirisasi berhasil, kawasan-kawasan ekonomi baru tumbuh, dan Indonesia menjadi negara maju, maka kita membutuhkan SDM unggul. Kuncinya adalah kedisiplinan yang berorientasi pada keberhasilan menuntaskan misi,” tegas Iftitah dalam keterangan Rabu (29/7/2026).
1. Disiplin pastikan misi selesai

Ia menjelaskan disiplin tidak cukup dimaknai sebagai ketepatan waktu atau kepatuhan terhadap aturan. Dalam konteks pembangunan, disiplin harus diwujudkan dalam kemampuan menyelesaikan persoalan, mencapai target, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Disiplin bukan sekadar datang tepat waktu atau baris-berbaris. Disiplin adalah memastikan setiap misi selesai, setiap target tercapai, dan setiap pekerjaan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
2. Kawasan transmigrasi butuhkan SDM untuk identifikasi

Menurut Iftitah, transformasi transmigrasi yang tengah dijalankan pemerintah bertujuan membangun kawasan-kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat persatuan Indonesia.
"Untuk mendukung tujuan tersebut, setiap kawasan transmigrasi membutuhkan SDM yang mampu mengidentifikasi persoalan, menghadirkan inovasi, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.
3. Bangun peradaban

Selain kemampuan teknis, Iftitah juga menekankan pentingnya kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih cepat apabila SDM memahami karakter, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kementerian Transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk. Kita membangun peradaban dan memindahkan kehidupan. Karena itu kita harus memiliki cultural attachment. Persatuan Indonesia tidak cukup hanya di atas peta, tetapi juga harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ucapnya.
Tim Ekspedisi Patriot 2026 terdiri atas 1.476 peserta yang terbagi dalam 246 tim dan akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Mereka akan memetakan potensi daerah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, serta menyusun rekomendasi.



















